Minat Generasi Milenial Beli Rumah Subsidi Masih Rendah

    Antara - 17 Februari 2020 19:22 WIB
    Minat Generasi Milenial Beli Rumah Subsidi Masih Rendah
    Ilustrasi. Foto: Shutterstock.
    Batam: Ketertarikan kaum milenial buat membeli rumah subsidi masih rendah. Kebanyakan, pembeli rumah memang sudah berusia 30 tahun ke atas, atau minimal punya anak satu. Sangat jarang didapati yang masih lajang.

    "Kalau saya lihat, pembeli rumah yang melakukan akad di BTN, kondisi fisik didominasi 30-35 tahun, begitu pun yang terdata di Himperra Kepri," ujar Ketua Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Kepri, kecuali Batam, Urip Widodo kepada Antara, Senin, 17 Februari 2020.

    Dia menilai, kondisi yang terjadi saat ini ialah, kaum milenial masih berpikir kalau rumah bukan merupakan kebutuhan pokok. Apalagi Tanjungpinang, ibu kota Kepri, bukan kota yang besar.

    Kadang, tambah dia, generasi milenial merasa tak bankable, yakni ketika dia ingin punya rumah dengan pekerjaan yang dimiliki, tapi tak bisa terkover mendapatkan fasilitas pinjaman/KPR di bank.

    "Tanjungpinang ini bayangkan, umur bawah 25 tahun, kalau ambil rumah, pekerjaan apa, paling banter honor dan PNS yang notabane setiap tahun penerimaan semakin kecil, industri tak ada, dunia hiburan tak hidup. Makanya tidak punya profesi yang bisa jadi sandaran dia dalam penilaian bank meloloskan pinjaman," ujarnya.

    Dia katakan, kadang agar lolos KPR di bank, diakali dengan penghasilan take homepay, misalnya kerja di toko handphone dengan gaji sekitar Rp2,5 juta. Oleh pihak bank, kemudian dibuat laporan ada lembur dan bonus, sehingga angka gaji jadi Rp3,8 juta. Karena rumus bank untuk cicilan rumah, yaitu sepertiga dari penghasilan, kalau kurang dari itu tak dikabulkan.

    "Saat mengajukan pinjaman di bank, ditanya gaji berapa, misalnya Rp2 juta, cicilan Rp900 ribu per bulan. Maka tak akan dikabulkan, karena 2/3 dianggap habis untuk kebutuhan dia, 1/3 habis buat cicil rumah," tutur Urip.

    "Makanya maksimal angka Rp4 juta ditetapkan pemerintah, dengan asumsi cicilan rumah per bulan Rp900 ribu, sehingga masih tersimpan Rp3,1 juta, untuk kebutuhan harian," ungkapnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id