Rampung 2021, Penataan 5 KSPN Super Prioritas Capai 57,85%

    Rizkie Fauzian - 20 November 2020 10:42 WIB
    Rampung 2021, Penataan 5 KSPN Super Prioritas Capai 57,85%
    Penataan 5 KSPN Super Prioritas rampung 2021. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Pemerintah mengembangkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau yang juga dikenal dengan 10 "Bali Baru".

    Namun, lima di antaranya ditetapkan dengan status prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado Bitung-Likupang.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis dukungan infrastruktur pada lima KSPN tersebut akan selesai pada 2021.

    "Saat ini progres pembangunan KSPN Super Prioritas telah mencapai 57,85 persen hingga pertengahan November 2020," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 20 November 2020.

    Adapun serapan anggaran mencapai Rp2,64 triliun dari total anggaran Rp3,81 triliun atau sebesar 69,36 persen untuk lima KSPN Super Prioritas.

    Untuk rinciannya, pembangunan KSPN di Danau Toba senilai Rp1,25 triliun, sudah terserap Rp934 miliar atau 74 persen. Kemudian KSPN Borobudur terserap Rp718 miliar atau 72 persen dari total anggaran Rp991 miliar.

    Selanjutnya KSPN Mandalika dengan realisasi Rp226 miliar atau 65 persen dari yang dianggarkan senilai Rp347 miliar. Kemudian KSPN Labuan Bajo total anggaran Rp863 miliar telah terserap Rp519 miliar atau 60 persen.

    "Sedangkan KSPN Likupang-Manado-Bitung serapan mencapai Rp244 miliar atau 68 persen dari total dana Rp357 miliar," ungkapnya.

    Basuki mencontohkan pembangunan infrastruktur di KSPN Danau Toba di Provinsi Sumatra Utara sebagai destinasi wisata unggulan, di antaranya Pembangunan Jalan Lingkar Samosir, pelebaran alur Tano Ponggol dan Jembatan Tano Ponggol.

    Selanjutnya untuk dukungan Kementerian PUPR pada KSPN Mandalika di antaranya meliputi konektivitas, pengendali banjir serta sarana dan prasarana penunjang pariwisata.

    "Untuk pembangunan saluran pengendali banjir KEK Mandalika saat ini progres fisiknya mencapai 96,91 persen dan ditargetkan dapat selesai pada Desember 2020. Anggaran pembangunan pengendali banjir ini Rp75 miliar. Sedangkan untuk penataan kawasan tiga Gili dengan anggaran Rp24,9 miliar saat ini progresnya 22,36 persen," jelasnya.

    Di KSPN Labuan Bajo, Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan peningkatan jalan, penataan trotoar, dan drainase Jalan Soekarno-Hatta bawah dengan biaya Rp42,79 miliar dengan progres sebesar 70,69 persen.

    “Sedangkan untuk Penataan Kawasan Goa Batu Cermin saat ini progresnya sudah 64,27 persen dengan anggaran Rp27,5 miliar,” tutur Menteri Basuki.

    Selanjutnya untuk penataan di KSPN Borobudur, Menteri Basuki mengatakan secara umum progresnya bagus. Salah satunya adalah bantuan rumah swadaya masyarakat untuk digunakan sebagai pondok wisata (homestay) ditargetkan akan selesai Desember 2020.

    Kementerian PUPR juga membangun empat gerbang sebagai penanda masuk melalui empat koridor utama ke arah Candi Borobudur, yakni Gerbang Klangon dari arah Kulon Progo, Gerbang Blondo sebagai pintu masuk dari arah Semarang, Gerbang Palbapang dari arah Yogyakarta, dan  Gerbang Kembanglimus dari arah Purworejo.

    “Untuk Gerbang Klangon saat ini progresnya sudah 93,16 persen,” ujarnya.

    Terakhir untuk penataan KSPN Likupang, Menteri Basuki mengatakan untuk yang sudah rampung pekerjaannya 100 persen adalah pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Sungai Likupang sepanjang 1 Km dengan anggaran Rp10,88 miliar.

    Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan Pulau Bunaken dan Pantai Paal Likupang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan domestik serta menciptakan pariwisata bahari yang kental dengan budaya lokal dan representatif bagi wisatawan berkelas dunia.

    Pembangunan infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan, bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir, bidang permukiman di antaranya penataan kawasan dan peningkatan kapasitas tempat pembuangan sampah, dan bidang perumahan meliputi pembangunan sarana hunian pendukung Kawasan Pariwisata.  

    Di samping itu, berkaitan dengan pandemi covid-19 terdapat beberapa masukan Standar Protokol Keamanan dan Keselamatan Terpadu di destinasi pariwisata, antara lain penyediaan toilet dengan kualitas bintang 4 untuk KSPN Labuan Bajo dan Borobudur yang premium serta bintang 3 untuk KSPN lainnya.

    Kemudian penyediaan fasilitas cuci tangan di area- area pedestrian dan destinasi wisata (pasar/UMKM/area souvenir), pelayanan bagi difabel, jaringan dan alat komunikasi, serta dukungan peralatan serta alat transportasi yang baik dan siap digunakan untuk antisipasi kondisi darurat dan bencana.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id