Anggaran Perbaikan Rumah di Bengkulu Capai Rp35 Miliar

    Rizkie Fauzian - 18 Mei 2020 09:56 WIB
    Anggaran Perbaikan Rumah di Bengkulu Capai Rp35 Miliar
    Perbaikan rumah tak layak huni di Bengkulu. Foto: Kementerian PUPR
    Bengkulu: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperbaiki 2.000 rumah tak layak huni di Bengkulu. Bantuan disalurkan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

    "Total rumah tidak layak huni yang akan kami perbaiki di Bengkulu sebanyak 2.000 unit dengan anggaran Rp35 miliar,"ujar kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Bengkulu Syamsul Bahri dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Mei 2020.

    Menurutnya, proses bedah rumah dilakukan melalui peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota yaitu Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Lebong, Mukomuko, Seluma, Kepahiang, Rejang Lebong, Bengkulu Selatan, Kaur, dan Kota Bengkulu.

    Rumah yang diperbaiki harus sesuai dengan kriteria hunian tinggal yang layak yaitu dengan memperhatikan aspek keselamatan bangunan, kesehatan penghuni, dan kecukupan minimum luas bangunan.

    "Kami juga akan melakukan peningkatan kualitas rumah swadaya ini secara dua tahap yaitu 1344 unit di tahap I dan 656 unit di tahap II,” jelasnya.

    Berdasarkan data yang ada, pada tahap I ini ada tujuh Kabupaten yang mendapatkan bantuan BSPS diantaranya Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 320 unit , Kabupaten Bengkulu Tengah 105 unit, Kabupaten Lebong 131 unit, Kabupaten Rejang Lebong 298 unit, Kabupaten Seluma 110 unit, Kabupaten Kaur 200 unit, dan Kabupaten Mukomuko 180 unit.

    "Lokasi Program BSPS dari 7 Kabupaten tersebut beberapa diantaranya masih menunggu SK Dirjen. Sedangkan untuk tahap II masih dalam tahap pendataan di lapangan," tandasnya.

    Metode penyaluran bantuan dana BSPS ini dilakukan melalui kerja sama antara SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Bengkulu dengan pihak PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Panorama Kota Bengkulu. Bentuk bantuan yang diberikan tidak berupa uang tunai melainkan bahan bangunan yang digunakan untuk membangun.

    "Rincian biaya yang di keluarkan untuk peningkatan kualitas adalah Rp 15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Jadi total biaya yang dikeluarkan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) satu unit hunian adalah sebesar Rp17,5 juta,” terangnya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id