Jepang Bantu Atasi Penurunan Permukaan Tanah di Jakbar

    Antara - 21 November 2019 13:10 WIB
    Jepang Bantu Atasi Penurunan Permukaan Tanah di Jakbar
    Kawasan padat di Jakarta. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Pemerintah Jepang berencana mengatasi penurunan permukaan tanah yang terjadi di Jakarta. Melalui lembaga pemerintah Japan International Cooperation Agency (JICA), ada tiga wilayah di Jakarta Barat yang dijadikan percontohan.

    "Mereka akan membuat rencana aksi (action plan) pada tiga kawasan area percontohan penanggulangan penurunan tanah di Jakarta Barat," ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat Fredy Setiawan di Jakarta, Kamis, 21 November 2019.   

    Dia menjelaskan, JICA menargetkan kawasan Malibu Estate Cengkareng Timur, Rusun Pesakih Daan Mogot, dan Mal Taman Anggrek, Grogol Petamburan. Menurutnya, JICA telah menargetkan ketiga area tersebut untuk mengatasi penurunan permukaan tanah. 

    "Namun, perlu kajian mendalam untuk menerapkan teknologinya. Ada sejumlah usulan yakni pembuatan fasilitas penampungan air hujan dan tambahan kapasitas tampungan waduk," ujar Fredi.    

    Terkait tiga kawasan itu, Fredi meminta JICA berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti pengembang, pengelola mal, serta Suku Dinas Perindustrian dan Energi (Sudis PE) Jakarta Barat yang mengawasi pajak air tanah, pihak kecamatan dan kelurahan.    

    "Mereka butuh lahan untuk pembuatan teknologi penampungan air hujan. Tentunya ini perlu pengkajian lebih dalam dan koordinasi dengan banyak pihak, seperti pengembang, pengelola mal dan Sudis PE, termasuk kelurahan dan kecamatan," kata Fredi.    

    Fredi mengatakan jika terlaksana, langkah tersebut juga akan berpengaruh terhadap penanganan banjir rob di Jakarta Barat.    

    Ketua Kelompok Kerja (pokja) Sosialisasi JICA Teppei Tsurubuchi mempresentasikan tiga kawasan di Jakarta Barat tersebut akan dijadikan rencana aksi penanggulangan penurunan tanah. Dari pemantauan mereka, kawasan Malibu Estate Cengkareng Timur dinilai berhasil mengatasi masalah penurunan tanah.  

    "Dari 2007-2010, terjadi penurunan tanah di kawasan Cengkareng Timur Malibu Estate, namun itu tidak lagi mengalami penurunan tanah dari 2014-2018, ini contoh yang bagus. Kami ingin menjadikan ini sebagai keberhasilan berhentinya penurunan tanah," ujar Teppei.    

    Teppei mengatakan penurunan tanah di kawasan Cengkareng Timur disebabkan adanya suplai air dari Palyja pada 2010 sehingga pengambilan air tanah berhenti.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id