Kementerian PUPR Siap Relokasi Warga Kawasan Kumuh

    Anggi Tondi Martaon - 02 Juli 2019 09:01 WIB
    Kementerian PUPR Siap Relokasi Warga Kawasan Kumuh
    Kementerian PUPR siap berkolaborasi dengan pemda dalam menyediakan rumah layak huni bagi warga di daerah (Foto:Shutterstock)
    Jakarta: Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap membantu pemerintah daerah (Pemda) merelokasi warganya dari kawasan kumuh. 

    Sekretaris Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Dadang Rukmana mengatakan, pemerintah siap berkolaborasi menyediakan rumah layak huni di daerah. Namun, pemda diminta pro aktif terhadap berbagai program perumahan yang ada.

    Banyak program yang bisa dipilih Pemda dalam memfasilitasi rumah layak huni kepada warganya.

    "Misalnya, rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, atau bedah rumah dan bantuan prasarana, sarana dan utilitas seperti pembangunan jalan lingkungan, saluran air dan listrik di perumahan bersubsidi pemerintah. Pemda dapat memilih program yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing di daerah," kata Dadang dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Juli 2019.

    Terkait relokasi warga dari kawasan kumuh, Dadang meminta pemda menyediakan lahan. Di sana akan dibangun hunian yang layak sehingga tidak muncul kawasan kumuh baru.

    "Pemda juga harus segera mengajukan proposal bantuan pembangunan rumah kepada Kementerian PUPR untuk dapat kami tindaklanjuti di lapangan," ujarnya.

    Sementara itu, Wali Kota Langsa Usman Abdullah menyatakan pihaknya tengah fokus menata bantaran sungai. Salah satunya mensterilkan kawasan sungai dari hunian warga.

    "Kami tidak ingin ada bencana banjir terjadi di Langsa. Untuk itu kami ingin agar di sepanjang bandaran sungai Langsa bebas dari hunian warga," kata dia.

    Usman berharap mendapat bantuan dari Kementerian PUPR. Setidaknya, dibutuhkan 3 ribu rumah untuk pengganti rumah warga yang terkena dampak penataan sungai dan kawasan sepanjang rel kereta api.

    "Kami sudah menyiapkan lahan seluas 68 hektare di dua lokasi yang berbeda untuk relokasi warga, yakni 50 hektare di Kampung timbang dan 18 hektare di lobani. Kami harap Kementerian PUPR bisa membantu kami dalam pembangunan rumah warga," tuturnya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id