comscore

Dikaitkan dengan Skandal BLBI, Ini Jawaban Lippo

Rizkie Fauzian - 27 Agustus 2021 18:10 WIB
Dikaitkan dengan Skandal BLBI, Ini Jawaban Lippo
Aset tanah yang disita di Kecamatan Karawaci seluas 25 hektare. Ilustrasi: Shutterstock
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkap salah satu debitur yang menerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) adalah Lippo Group.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Corp Communications Lippo Karawaci Danang Kemayang Jati mengatakan bahwa lahan tersebut sudah bukan lagi milik Lippo Karawaci. Lahan tersebut sudah diambil alih pemerintah pada September 1997.
"Kepemilikan lahan oleh pemerintah, qq Depkeu, sejak 2001, terkait dengan BLBI terhadap bank-bank yang diambil alih oleh pemerintah, qq BPPN, pada September 1997, pada krisis moneter saat itu," katanya, Jumat, 27 Agustus 2021.

Menurut Danang, tidak ada satupun perusahaan Lippo Group, termasuk Bank Lippo yang pernah meminta atau mendapatkan dana BLBI.

"Pemberitaan yang seolah-oleh ada penyitaan lahan atau aset yang dikaitkan Lippo sebagai obligor dahulu atau sekarang, adalah sepenuhnya tidak benar. Karena aset itu sudah milik negara sejak 2001," jelasnya.

Bahwa di antara aset-aset yang dikonsolidasikan di dalam satgas tersebut ada yang terletak disekitar pemukiman yang disebut Lippo Karawaci adalah sesuatu hal yang wajar. 

"Kami sepenuhnya selalu  mendukung program pemerintah yang mengkonsolidasikan aset2 tertentu milik Depkeu dan satgas yang baru dibentuk," ungkap anang.

Sebelumnya, Pemerintah menyita 49 aset tanah sebagai tindak lanjut pelunasan piutang negara dalam kasus Hak Tagih Negara Dana BLBI. Aset-aset yang disita ini tersebar di sejumlah wilayah mulai dari Tangerang, Bogor, Medan, dan Pekanbaru.
 
Adapun sejumlah aset tanah yang disita oleh negara di antaranya tanah dan bangunan seluas 25 hektare (ha) yang berlokasi di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, tanah seluas 3.295 meter persegi di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 108 Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan
 
Lalu, ada tanah seluas 15.785 meter persegi dan seluas 15.708 meter persegi di Jalan Bukit Raya, Gang Kampar 3, Kawasan Kilang Batang, Bukit Raya, Pekanbaru, serta dua bidang tanah dengan total 5.440.020 meter persegi Desa Cikopo Raya, Kecamatan Jasinga, Bogor, dan satu bidang tanah di Desa Neglasari seluas 2.991.360 meter persegi.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id