Rumah Layak Huni Dibutuhkan di Era Pandemi

    Antara - 05 Oktober 2020 18:47 WIB
    Rumah Layak Huni Dibutuhkan di Era Pandemi
    Permasalahan pemukiman menjadi penting di tengah pandemi. Foto: Kementerian PUPR



    Surabaya: Peringatan Hari Habitat Dunia atau World Habitat Day 2020 yang digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai Senin ini, mengusung tema "Pemukiman Untuk Semua: Masa Depan Perkotaan yang Lebih Baik".

    "Permasalahan pemukiman menjadi penting dan mendesak di tengah pandemi covid-19," kata Direktur Eksekutif UN Habitat (Badan Program Pemukiman Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa) Maimunah Mohd Sharif saat menggelar jumpa pers di Balai Kota Surabaya, Senin, 5 Oktober 2020.






    Hal ini dikarenakan masyarakat membutuhkan perlindungan yang cukup di dalam rumah serta fasilitas sanitasi yang memadai saat pandemi, karena rumah dan air sangat dibutuhkan dalam kondisi ini.

    "Masyarakat butuh rumah yang layak, tidak hanya atap dan lantai saja. Rumah sangat penting saat pandemi ini, karena ketika kita terkena lockdown, maka dibutuh tempat tinggal di rumah. Kalau kita tidak ada rumah, bagaimana bisa tinggal di rumah?" ujar Maimunah.

    Oleh karena itu, persoalan permukiman yang dialami oleh hampir seluruh negara di dunia ini, termasuk permukiman yang kumuh dan para tunawisma, akan menjadi topik utama atau bahasan utama dalam pertemuan ini.

    Terutama di era pandemi seperti sekarang ini, tentunya hal ini akan menjadi bahasan yang sangat menarik dan sangat penting.

    Makanya, kata dia, nanti akan ada diskusi panel, baik daring maupun luring untuk membahas ini. Nantinya, diskusi ini akan diikuti oleh 193 negara anggota PBB. Hingga saat ini, yang daftar untuk mengikuti diskusi panel ini sebanyak 900 peserta dari berbagai negara di belahan dunia ini.

    "Panel nanti akan terdiri dari berbagai tema. Tentu saja yang tidak lupa kami akan membahas bagaimana terkait inklusivitas, gender, anak muda, dan lainnya dalam penanganan pemukiman untuk semua. Kami harus memastikan bahwa setiap orang bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak," katanya.

    Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan permukiman di perkampungan menjadi salah satu kunci penyelesaian penanganan covid-19 di Kota Surabaya. Dengan tidak mengubah budaya perkampungan di tengah kota, masyarakat lebih bisa bertanggung jawab untuk penanganan covid-19 di lingkungan terdekatnya masing-masing.

    "Kami merealisasikan ini dengan program yang namanya Kampung Tangguh. Jadi bagaimana permukiman bisa dimanfaatkan juga sebagai sarana penanganan covid-19," jelasnya.

    Peringatan Hari Habitat Dunia 2020 yang selalu digelar tiap hari Senin pertama di Oktober ini bekerja sama dengan UN-Habitat, badan PBB yang bergerak di bidang pemukiman dan pembangunan kota berkelanjutan.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id