Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Capai Rp33,33 Triliun

    Rizkie Fauzian - 04 Mei 2021 22:48 WIB
    Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Capai Rp33,33 Triliun
    Penyerapan keuangan belanja infrastruktur Kementerian PUPR sebesar 24,49 persen. Ilustrasi: MI



    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan refocusing kegiatan dan anggaran TA 2021 untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak pandemi covid-19. 

    Dari besaran awal Pagu Kementerian PUPR TA 2021 sebesar Rp149,81 triliun mengalami refocusing sebesar Rp17,99 triliun, sehingga menjadi Rp132,81 triliun.






    Pagu anggaran mendapat tambahan dari percepatan penarikan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN) sebesar Rp4,04 triliun dan luncuran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp0,21 triliun sehingga menjadi Rp136,06 triliun. 

    Tercatat dalam sistem e-monitoring Kementerian PUPR pada status 28 April 2021, penyerapan keuangan belanja infrastruktur Kementerian PUPR sebesar 24,49 persen atau senilai Rp33,33 triliun dari total pagu TA 2021 sebesar Rp136,06 triliun. 

    Sementara untuk progres pembangunan fisik sebesar 25,17 persen. Pada tanggal yang sama, baik penyerapan keuangan maupun realisasi fisik TA 2021 secara persentase lebih baik dari periode sama pada TA 2020 lalu, yakni capaian keuangan 14,16 persen dan fisik 17,61 persen. 

    Progres penyerapan anggaran TA 2021 lebih cepat dari TA 2020 tidak terlepas dari upaya percepatan Kementerian PUPR melalui pelaksanaan sistem lelang dini sejak Oktober 2020. 

    Dari total jumlah paket untuk TA 2021 sebanyak 5.146 paket, sudah terkontrak 3.388 paket dengan nilai kontrak Rp29,83 triliun. Pada akhir triwulan II direncanakan terkontrak sebanyak 1.448 paket senilai Rp 18,73 triliun, sehingga total terkontrak pada akhir triwulan II sebanyak 4.836 paket. 

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan belanja infrastruktur PUPR seperti pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan strategis pariwisata, dan rumah MBR terus dilaksanakan.

    "Saya pastikan kegiatan-kegiatan strategis di Kementerian PUPR tetap berjalan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi Program Pemulihan Ekonomi Nasional dampak pandemi," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Mei 2021.

    Postur anggaran Kementerian PUPR tahun 2021 juga diharapkan dapat berkontribusi langsung pada percepatan penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi seperti mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat. 

    Salah satu program yang menjadi prioritas Kementerian PUPR adalah melalui Program Padat Karya Tunai (cash for work) dengan anggaran Rp23,35 triliun. Dari total anggaran tersebut, saat ini sudah terserap 26,26 persen dengan capaian fisik 32,35 persen. 

    Besaran anggaran yang terserap tersebut telah memberikan manfaat membuka peluang kerja sebanyak 396.951 orang dari total target sebanyak 1.232.693 tenaga kerja.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id