3 Lini Bisnis Penopang Kinerja Lippo Karawaci

    Rizkie Fauzian - 17 November 2021 20:04 WIB
    3 Lini Bisnis Penopang Kinerja Lippo Karawaci
    Tiga lini bisnis LPKR dorong kinerja perusahaan. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Bisnis PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ditopang oleh tiga lini utama, yakni pembangunan properti, kesehatan, dan properti sewa. Hal tersebut menunjang kinerja perusahaan.

    Per September 2021, pendapatan properti LPKR naik 26,2 persen year on year (yoy) menjadi Rp2,99 triliun, kesehatan naik 46,7 persen menjadi Rp5,89 riliun dan properti sewa naik 71,2 persen menjadi Rp2,07 triliun. 

     



    "Sampai akhir 2021, LPKR diperkirakan mencatatkan pendapatan sebesar Rp13,88 triliun, naik 16 persen yoy dari periode 2020 yang sebesar Rp11,96 triliun," kata Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 November 2021. 

    Yasmin melanjutkan bahwa bisnis properti LPKR terus menunjukkan pertumbuhan dengan pencapaian prapenjualan sebesar Rp3,89 triliun per September 2021, naik 70,7 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya.

    "Jumlah tersebut sudah mencapai 92 persen target prapenjualan tahun ini sebesar Rp4,2 triliun," ungkapnya.

    Hingga Kuartal III-2021, prapenjualan properti LPKR meningkat 71 persen yoy menjadi Rp3,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun. 

    "Dengan ekspektasi pertumbuhan pendapatan, LPKR setidaknya mampu membukukan laba bersih Rp79 miliar pada 2021," jelasnya.

    CEO LPKR John Riady mengatakan bisnis properti semakin membaik seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan penurunan kasus covid-19. 

    Hal ini didukung juga oleh sejumlah insentif dari pemerintah, suku bunga rendah, dan tingginya permintaan di segmen milenial. 

    LPKR juga optimistis akan mencatatkan pendapatan prapenjualan sebesar Rp4,2 triliun sampai akhir tahun. Hal ini terutama ditopang oleh segmen rumah tapak

    "Karena permintaan yang tinggi untuk produk rumah tapak di Lippo Village, kami sedang mempersiapkan peluncuran produk unggulan Cendana Series terbaru pada akhir November ini. Kami memandang optimis bisnis properti pada 2021. Kami juga memproyeksikan pertumbuhan LPKR pada 2021 mencapai 30 persen dibandingkan 2020," ujar John.

    Selain rumah tapak, bisnis properti sewa seperti mal juga meningkat signifikan karena mendapat keuntungan dari pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

    Seiring dengan pelonggaran PPKM, sejumlah mal LPKR beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk mendorong pendapatan, LPKR juga berencana untuk menurunkan diskon sewa mal dari 30 persen menjadi sewa penuh atau tidak ada diskon sewa pada bulan Desember 2021. 

    Selain properti, bisnis rumah sakit pun terus menunjukkan sinyal positif dengan semakin seringnya kunjungan untuk perawatan medis noncovid-19. 

    "Melalui RS Siloam, kinerja LPKR di lini bisnis kesehatan juga terbilang solid. Saat ini, pendapatan layanan noncovid-19 sudah pulih ke tingkat 96 persen," ungkapnya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id