Adaptasi Sektor Perkantoran di Masa Depan Pascapandemi

    Rizkie Fauzian - 11 Juni 2021 14:39 WIB
    Adaptasi Sektor Perkantoran di Masa Depan Pascapandemi
    Adaptasi ruang perkantoran pascapandemi. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Sektor perkantoran diharapkan kembali bangkit di Central Business District (CBD) atau kawasan pusat bisnis. Hal ini seiring dengan membaiknya situasi pandemi covid-19 di beberapa kota.

    Laporan Benchmarking Cities and Real Estate Jonas Lang LaSalle (JLL), beberapa perkantoran telah menerapkan ruang kerja yang lebih efisien dan produktif serta standar kesehatan yang tinggi.

     



    Sementara itu, protokol menjaga jarak kemungkinan akan berakhir pascapandemi. Beberapa perusahaan segera memikirkan kembali denah ruang kantor untuk mendukung di masa pandemi.

    Survei global JLL menunjukkan bahwa 37 persen karyawan berharap bahwa di lingkungan kerja tetap memiliki jarak di masa depan. Sehingga kepadatan ruang kantor akan disesuaikan untuk menentukan kebutuhan ruang.

    "Saat nanti kita memasuki siklus pemulihan (pandemi), kami berharap perkantoran di CBD akan kembali menjadi pusat sosial dan bisnis yang mengakomodasi orang bekerja dan hidup di masa depan," kata Lead Director, Global Cities Research, JLL Jeremy Kelly dalam laporan, Jumat, 11 Juni 2021.

    Kota-kota yang memiliki kepadatan di tempat kerja sebelum pandemi cenderung menghadapi tekanan untuk mengurangi kepadatan. Misalnya di Hong Kong, London, dan Singapura, dengan kepadatan 10 meter persegi per orang atau kurang

    Manila dan Bengaluru, di mana kebutuhan bisnis dan penggunaan ruang yang intensif telah mendorong kepadatan hingga 7 meter persegi per orang

    Jakarta dan Mumbai yang menyediakan layanan bisnis untuk pasar nasional yang besar dan berkembang dengan kepadatan dari 9 hingga 11 meter persegi per orang

    "Amat menarik untuk mengamati masa depan ruang perkantoran pascapandemi, khususnya di Jakarta sebagai salah satu kota dengan rasio luas ruang perkantoran terhadap orang yang relatif cukup padat dibandingkan kota-kota global lainnya," kata Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim. 

    Perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan cara kerja dan memiliki strategi untuk mengakomodasi kebutuhan pascapandemi mengingat ruang perkantoran akan tetap berperan sebagai pusat kolaborasi dan sosialisasi bagi para karyawannya.

    "Dalam pemulihan pascapandemi, beberapa tahun ke depan akan menjadi sangat penting ketika perusahaan dan kota menetapkan dan bekerja bersama menuju target keberlanjutan yang ambisius," jelasnya.

    Memahami bagaimana pemanfaatan ruang dan metrik kepadatan okupansi berdampak pada konsumsi energi dan air serta limbah menjadi semakin penting. Kepadatan okupansi yang lebih ketat biasanya berarti biaya dan konsumsi energi yang lebih rendah per orang. 

    "Skenario keberlanjutan di masa depan perlu mempertimbangkan pertukaran antara kepadatan dan efisiensi ini," katanya.

    Layanan Benchmarking Global JLL mengukur dan melaporkan total biaya real estat per orang termasuk jumlah ruang yang digunakan, kepadatan okupansi, dan metrik biaya operasional yang memberdayakan bisnis untuk membuat keputusan berdasarkan data tentang perencanaan ruang saat ini dan masa depan. 

    Pemerintah kota juga menggunakan metrik ini untuk memahami bagaimana bangunan digunakan dan seberapa efisien mereka menggunakan sumber daya, yang pada saatnya menginformasikan kebijakan perkotaan dan lingkungan.

    "Memiliki dasar kinerja konsisten yang dapat dibandingkan dengan tolok ukur eksternal lokal di seluruh lokasi dunia akan memberikan organisasi kepercayaan diri untuk menerapkan perubahan disaat orang-orang mulai kembali ke kantor di pusat kota," kata Head of JLL’s Global Benchmarking Services Victoria Mejevitch.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id