Tapera Diharap Miliki Bunga Rendah dan Tenor Panjang

    Rizkie Fauzian - 24 Juni 2020 10:37 WIB
    Tapera Diharap Miliki Bunga Rendah dan Tenor Panjang
    Tapera diharap memiliki bunga rendah dan tenor yang panjang. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Real Estate Indonesia (REI) menilai jika program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) merupakan penyedia dana jangka panjang bagi pembiayaan rumah khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    "Sebagai asosiasi pengembang, REI menyambut baik keberadaan Tapera. Tak hanya sebagai penyedia dana jangka panjang, tapi juga biaya tunjangan dan tenor yang panjang," kata Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida dalam video konference, dikutip Rabu, 24 Juni 2020.

    Namun, Totok menilai jika Tapera memiliki mekanisme yang serupa dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagkerjaan (BPJamsostek) melalui manfaat layanan tambahan jaminan hari tua (JHT).

    "BPJS-TK juga kan melakukan hal yang sama sehingga kami mendorong jadikan satu saja. Misalnya, BPJK-TK ada anggarannya dikurangi dan dipindah ke tapera sehingga tidak ada dua jalur," jelasnya.

    Totok mengatakan bahwa Tapera menjadi harapan baru bagi solusi pembiayaan perumahan yang selama ini berasal dari sumber dana subsidi perumahan melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi selisih bunga (SSB).

    "Selama ini dana perumahan bergantung dari dana perbankan yang bersumber dana pihak ketiga sehingga terjadi mismatch karena dana jangka pendek digunakan untuk membiayai kredit pemilikan rumah (KPR) yang berjangka panjang jadi konsumen rumah menanggung biaya bunga KPR yang mahal," jelasnya.

    Untuk itu, REI berharap jika Tapera bisa segera beroperasi secara efektif. REI menaruh harapan besar dengan adanya sumber pembiayaan dana jangka panjang agar bunga pinjaman lebih rendah dengan tenor yang lebih panjang.

    Kemudian, paket-paket subsidi yang lebih luas cakupannya dari sisi harga rumah lebih dari Rp200 juta. Serta mencakup pelbagai segmen baik segi batasan penghasilan, golongan non-fixed income dan pekerja informal.

    "Kami juga berharap adanya proses dan mekanisme yang lebih cepat, tidak berbelit, dan tidak ada regulasi atau kebijakan yang bertambah setiap tahunnya. Selain itu, tata kelola yang baik dan transparan terhadap dana publik," ungkapnya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id