Urus Sertifikat Tanah Segera Digital

    Rizkie Fauzian - 06 Februari 2020 09:50 WIB
    Urus Sertifikat Tanah Segera Digital
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Pengguna layanan pertanahan dan tata ruang dipastikan harus terus bertambah dalam rangka meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 10 kali lipat dari layanan informasi pertanahan dan tata ruang.

    Agar layanan pertanahan tidak sepi peminat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) harus bertransformasi dengan menawarkan layanan efektif dan mudah di era digital, yang tentunya semua itu harus diiringi dengan peningkatan kualitas data yang disajikan.

    "Salah satu visi Kementerian ATR/BPN pada 2025 menjadi pusat informasi pertanahan dan tata ruang berbasis teknologi informasi dengan inovasi dan kolaborasi. Jadi kita harus pastikan mulai 2022 sudah menjadi pusat informasi pertanahan dengan meningkatan kualitas data," ujar Direktur Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan Suyus Windayana di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

    Untuk itu, Suyus berharap kepada seluruh pegawai untuk memfokuskan kerja pada data yang berkualitas dan benar karena ke depan kementerian akan menjadi kantor pertanahan yang modern.

    "Kantor modern itu kan sepi, tapi layanannya bisa terasa di mana-mana dan bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pelanggannya. Jadi, lebih efektif dan mudah," tambahnya.

    Senada dengan Suyus Windayana, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan, Tata Ruang dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Virgo Eresta Jaya mengatakan untuk mendukung business process yang seluruhnya digital, data yang ada di Kementerian ATR/BPN harus divalidasikan.

    "Jadi, tahun ini akan dimulai dengan dokumen buku tanah digital, warkah digital, dan sertifikat tanah elektronik. Kita harus pastikan data, aplikasi, dan seluruh pegawainya tervalidasi, sehingga tidak ada yang tidak benar," ungkapnya.

    Virgo menambahkan Kementerian ATR/BPN akan meluncurkan e-office yang sekarang masih dalam tahap uji coba di kantor pusat. E-office adalah persuratan yang tidak lagi memakai kertas. Semua disposisi, surat masuk, surat keluar itu bisa terpantau semua apakah sudah ditindaklanjuti atau belum.

    "Mulai Juni seluruh Kantor Wilayah BPN Provinsi kalau mengirim surat ke pusat tidak perlu pakai kertas lagi dan pada September kita akan terapkan di seluruh kantor pertanahan sehingga tidak ada lagi surat-menyurat dari daerah ke pusat yang pakai kertas. Jadi kita bisa menghemat hutan di Kalimantan," ungkapnya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id