2020, Ibu Kota Baru Mulai Dibangun

    Media Indonesia - 17 Oktober 2019 20:17 WIB
    2020, Ibu Kota Baru Mulai Dibangun
    Peletakan batu pertama ibu kota baru di Kalimantan. Foto: dok. Kementerian PUPR
    Jakarta: Rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) ibu kota baru di Kalimantan dimulai pertengahan tahun depan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro. 

    "Semester 2, (tahun) 2020," ujar Bambang usai Seminar Nasional; Kebudayaan Dayak dan Kontribusinya terhadap Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur di Gedung Saleh Afiff Kementerian PPN/Bappenas Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Bambang mengungkapkan pembangunan itu tidak hanya meliputi kawasan ibu kota negara, tetapi wilayah sekitar juga turut dibangun.

    "Sudah kami sampaikan pada masyarakat Dayak secara umum, bahwa yang dibangun nanti tidak hanya di dalam wilayah ibu kota negara saja, tapi juga mencakup daerah penyangga sekelilingnya," tambahnya.

    Tak hanya pembangunan secara fisik, pembangunan manusia juga diprogramkan oleh pemerintah. Hal itu bertujuan untuk memudahkan masyarakat lokal berbaur dengan masyarakat lain ketika ibu kota baru sudah aktif.

    "Termasuk bagaimana caranya kita membangun masyarakat lokal sehingga masyarakat lokal nanti bisa berbaur dengan mudah di ibu kota baru tersebut," lanjut Kepala Bappenas itu.

    Meski demikian, untuk tahap awal pemerintah akan memfokuskan pembangunan di wilayah khusus bakal ibu kota yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bambang yakin jika pembangunan itu bakal berdampak positif terhadap daerah lain di Kaltim.

    "Tentunya kita sekarang fokus di wilayah khusus ibu kota baru tersebut, tentunya tanpa meninggalkan pembangunan di Kaltim. Saya yakin dengan pembangunan ibu kota baru ini akan ada banyak dampak positif secara ekonomi dan infrastruktur terhadap wilayah Kaltim lainnya," lanjutnya.

    Bambang juga memastikan ibu kota baru yang bakal dibangun memerlukan banyak tenaga kerja. Bambang juga akan mengutamakan tenaga kerja lokal.

    "Penyerapan tenaga kerja itu pasti. Dengan kebutuhan tenaga kerja yang begitu besar, terutama selama masa kontruksi, pasti kita membutuhkan partisipasi dari semua pihak. Terutama kita akan dulukan yang lokal, tapi pada saat yang sama kita juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal sehingga nantinya kalau kota sudah beroperasi, mereka tetap bisa mendapatkan peluang bekerja di ibu kota yang baru," pungkas Bambang. 
    (Abdillah Muhammad Marzuqi)



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id