Ikon Baru Perbatasan Indonesia-Malaysia

    Rizkie Fauzian - 05 September 2020 22:58 WIB
    Ikon Baru Perbatasan Indonesia-Malaysia
    Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sei Pancang. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya dilakukan pada kawasan yang telah berkembang, tetapi juga wilayah perbatasan.

    Pada 2020, Kementerian PUPR telah memulai konstruksi pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sei Pancang yang akan menjadi ikon baru pada pintu gerbang masuk perbatasan Indonesia-Malaysia di Provinsi  Kalimantan Utara.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pembangunan PLBN
    sekaligus sebagai cikal bakal pusat kegiatan ekonomi di  Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan.

    "Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang keluar masuk Indonesia, namun akan menjadi embrio pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2020.

    Pembangunan PLBN Terpadu Sei Pancang yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia Timur dimulai sejak 24 Februari 2020 dan ditargetkan selesai pada 17 Juli 2021.

    Saat ini progres pembangunan fisik telah mencapai 27 persen dengan item pekerjaan preliminaries dan gabion wall lapis polimer serta mendatangkan sejumlah materail seperti batu, kawat gabion, dan cerucuk.

    Pembangunan PLBN ini dikerjakan  oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kalimantan Utara Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan kontraktor pelaksana PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Anggarannnya bersumber dari APBN sebesar Rp226,18 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC) tahun 2020-2021.

    Area PLBN Sei Pancang memiliki luas lahan 68.169 meter persegi akan dibangun zona inti dan zona pendukung yang meliputi  bangunan utama setinggi tiga lantai seluas 5.613 meter persegi, mess pegawai setinggi dua lantai dengan luas 1.904 meter persegi, dan Wisma Indonesia setinggi dua lantai seluas 1.888 meter persegi.

    Untuk mendukung operasional pemeriksaan, juga dibangun X-Ray cabin baggage, metal detector, ticketing, peningkatan kualitas jalan masuk dan keluar, trotoar, drainase, parkir kendaraan, jembatan selasar, dan pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP) kawasan. Pembangunan PLBN Sei Pancang juga mengembangkan konsep infrastruktur hijau melalui penataan lansekap, penanaman pohon dan rumput serta  roof garden untuk bangunan bertingkat.

    PLBN Terpadu Sei Pancang merupakan 1 dari 4 PLBN yang dibangun Kementerian PUPR di Provinsi Kalimantan Utara. Tiga PLBN Terpadu lainnya adalah  Long Midang dan Labang di Kabupaten Nunukan serta Long Nawang di Kabupaten Malinau. Pembangunan keempatnya diatur dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id