Peluang Hunian TOD di Tengah Pandemi

    Rizkie Fauzian - 10 Juli 2020 11:01 WIB
    Peluang Hunian TOD di Tengah Pandemi
    Peluang investasi hunian TOD di tengah pandemi. Foto: Adhi Commuter Properti



    Bekasi: Krisis global pandemi korona (covid-19) berdampak pada lesunya aktivitas ekonomi Indonesia, termasuk sektor properti. Padahal, pergerakan bisnis properti sempat membaik pada akhir 2019 hingga awal tahun ini.

    Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Rizkan Firman mengatakan bahwa Adhi Commuter Properti optimistis terhadap permintaan pasar yang tinggi terhadap hunian yang terintegrasi transportasi (Transit Oriented Development/TOD).

     



    "Pandemi covid-19 itu bersifat temporer, sedangkan kebutuhan hunian senantiasa meningkat karena jumlah penduduk semakin bertambah. Megaproyek MRT dan LRT diprediksi mendongkrak prospek pada pengembangan properti berkonsep TOD, yang mengedepankan kemudahan akses transportasi Jabodetabek," ujar Rizkan dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2020.

    Menurut Rizkan, berinvestasi properti saat pandemi menjadi prospek yang nilainya tidak akan turun, justru meningkat secara signifikan.

    "Berinvestasi di properti setidaknya akan meraup keuntungan antara 15-20 persen per tahun. Kemudian, pemilik properti dapat menyewakan kepada pihak lain, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bulanan atau tahunan," pungkasnya.

    Hunian berkonsep TOD selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada 2018-2029. Pemerintah mengatur pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dan memacu orang untuk menggunakan transportasi publik.

    Diakui oleh Direktur Pemasaran ACP Indra Syahruzza bahwa prospek hunian berkonsep TOD pada 2020 sangat bagus. Alasannya, transportasi massal semakin berkembang, seperti MRT, LRT, dan kereta cepat. Sehingga, masyarakat semakin sadar terhadap kelebihan-kelebihan hunian yang dekat atau bahkan terintegrasi langsung dengan transportasi massal seperti produk hunian dari LRT City.

    Seperti halnya LRT City Bekasi-Eastern Green. Hunian berkonsep TOD yang berada di kawasan Bekasi Timur. Hunian ini berada dekat jalur transportasi dan memiliki fasilitas smart home. Penghuni dapat mengontrol peralatan elektronik di unitnya dengan handphone yang terkoneksi internet.

    "Di masa pandemi ini kami melakukan protokol kesehatan yang memperhatikan higienitas dan kesehatan seperti wajib mengenakan masker, pengukuran suhu tubuh, penyemprotan disinfekitan secara rutin, menyediakan hand sanitizer dan pencuci tangan sejak masuk ke kawasan kami," jelasnya.

    Project Director Eastern Green Apartemen Setya Aji Pramana menambahkan LRT City Bekasi memperhatikan keamanan saat pandemi seperti desain furnitur yang berjarak di area fasilitas umum, lift passenger dengan tanda untuk posisi berdiri, flow antrean masuk lobi maupun lift yang berjarak sesuai dengan aturan social distancing.

    LRT City Bekasi-Eastern Green memiliki dua tower, yakni Tower Primrose dan Tower Clove. Total unit Tower Primrose sebanyak 634 unit dengan beragam tipe, seperti Premiere (studio), Executive (1BR) dan Suite (2BR). Untuk Tower Primrose telah diserahterimakan pada Juli 2020.

    Di tengah pandemi saat ini, strategi yang digunakan dalam meningkatkan penjualan secara digital seperti menggunakan iklan digital, memperlihatkan show unit kami melalui 3D Show agar mudah diakses oleh konsumen loyal dan calon konsumen.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id