1/4 Wilayah Jakarta adalah Kawasan Kumuh

    Atalya Puspa - 31 Januari 2019 05:05 WIB
    1/4 Wilayah Jakarta adalah Kawasan Kumuh
    Perkampungan nelayan yang kumuh di Kapuk Muara, Jakarta Utara. MI/Ramdani
    Jakarta: Di balik gedung-gedung mewah dan megahnya, Jakarta menyimpan kawasan kumuh. Di sana warga berpenghasilan rendah, tinggal di dalam rumah-rumah ala kadarnya dan minim fasilitas.

    "Lebih dari 15 ribu hektare area jakarta adalah perkampungan kumuh," kata pengamat tata kota Yayat Supriyatna kepada Media Indonesia, Rabu (30/1/2019).

    Maka itu artinya lebih dari satu per empat dari 66 ribu hektare luas total Jakarta merupakan kawasan kumuh. Keberadaannya  merupakan cerminan dari banyaknya masyarakat kelas menengah dan bawah yang mayoritas berasal dari daerah menggantungkan nafkah hidup di Jakarta, walau hasilnya tidak seberapa.

    "Itu adalah fakta dari banyaknya masyarakat yang berusaha bertahan hidup di Jakarta meskipun alakadarnya," ujar Yayat.

    Menurutnya hanya 20 hingga 30 persen penduduk Jakarta yang bisa disebut hidup secara layak. Selebihnya di dalam perkampungan padat dan kumuh tersebut.

    "Wajah perkampungan 'Bangladesh' muncul di jakarta adalah dari fenomena urbanisasi," katanya.

    Istilah kampung 'Bangladesh' dilontarkan dua hari lalu oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Pada saat itu dia mengomentari masih ada adanya perkampungan kumuh di Jakarta yang sudah menjadi megapolitan seperti kota-kota besar pusat ekomoni penting di negara-negara lain.

    Kalla menganalogikam Jalan MH Thamrin layaknya Singapura, sementara wilayahTanjung Priok seperti Bangladesh. Kondisi itu dilihat Kalla saat meninjau kemacetan Jakarta melalui helikopter.



     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id