Evolusi Perkantoran Berdampak pada Investasi Tahun Depan

    Rizkie Fauzian - 29 Desember 2020 16:10 WIB
    Evolusi Perkantoran Berdampak pada Investasi Tahun Depan
    Peluang kebangkitan bisnis perkantoran di 2021. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Banyak perusahaan yang memberlakukan kebijakan dari rumah (work from home) selama pandemi covid-19. Meski demikian, bisnis ruang perkantoran konvesional tetap berjalan tahun depan.

    Konsultan properti Jonas Lang LaSalle (JLL) meyakini bahwa ruang perkantoran tetap akan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi operasional perusahaan.






    "Artinya, aset ini akan tetap bernilai di mata para investor," kata CEO JLL Asia Pacific Anthony Couse dalam sebuah laporan, Selasa, 29 Desember 2020.

    Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh JLL kepada para pemimpin CRE (Corporate Real Estate) di Asia Pasifik pada kuartal III-2020, sebanyak 94 persen responden akan mempertahankan atau meningkatkan penggunaan ruang yang berkualitas dalam portofolio mereka.

    "Akan tetapi, sebagai respons terhadap perubahan akibat covid-19, perkantoran akan dirancang ulang untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan karyawan," jelasnya.

    Selain itu, penerapan social distancing di perkantoran juga kemungkinan akan diterapkan dan lebih banyak ruang kolaborasi.

    "JLL memperkirakan penurunan volume sewa kantor akan melambat di 2021 dan bergerak pada level stabil di akhir 2020," ungkap Couse.

    Peluang peningkatan aset

    Penataan ulang dan renovasi perkantoran akan terjadi di seluruh sektor sepanjang 2021. JLL memprediksi 40 persen dari perkantoran terutama kelas premiun dan berumur 10 tahun memerlukan perbaikan atau renovasi.

    Akibatnya, minat investor terhadap investasi meningkat merespons perubahan kebutuhan yang timbul dari perkembangan e-commerce, meningkatnya perhatian akan kesehatan dan tren kerja jarak jauh.

    "Jika 2020 adalah tahun yang mengubah segalanya, 2021 bisa jadi merupakan tahun dimana perubahan akan menjadi standar baru," kata Couse.

    Menurutnya, tahun baru mungkin tidak menyingkirkan semua tantangan ekonomi akibat pandemi, tetapi pemulihan yang berlangsung dan dinamika baru mempengaruhi bagaimana orang bekerja, hidup dan bermain.

    "Menjadikan 2021 sebagai awal dari sebuah siklus baru untuk pertumbuhan properti, inovasi dan investasi di Asia Pasifik," ungkapnya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id