Pembangunan Rumah bagi Korban Bencana Palu Dipercepat

    Antara - 27 September 2021 17:52 WIB
    Pembangunan Rumah bagi Korban Bencana Palu Dipercepat
    Hunian tetap yang dibangun untuk korban bencana.Foto: Antara



    Palu: Pemerintah Kota Palu di Provinsi Sulawesi Tengah berupaya mempercepat penuntasan pembangunan hunian tetap bagi penyintas bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi pada 28 September 2018.

    Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan bahwa dalam enam bulan terakhir pemerintah kota telah mengurus penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap serta memilih lokasi relokasi di Kelurahan Tondo dan Kelurahan Talise Valangguni.

     



    Selain itu, menurut dia, pemerintah kota mengurus pembebasan lahan untuk membangun hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu.

    "Tugas pemerintah kota dan pemerintah provinsi adalah menyiapkan lahan. Pembangunan hunian tetap bagi penyintas bencana dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," jelasnya di Palu, Senin, 27 September 2021.

    Ia menjelaskan pula bahwa pemerintah kota mengupayakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi bagian wilayah yang terdampak bencana tidak memunculkan masalah lahan serta perselisihan dalam masyarakat.

    "Jangan sampai huntap sudah di bangun, lalu masyarakat mempersoalkan lahan. Dana yang digunakan membangun infrastruktur ini bersumber dari Bank Dunia, dan Bank Dunia tidak ingin timbul selisih paham di tengah masyarakat, dan kami pemerintah juga tidak menginginkan hal itu terjadi. Kita harus saling mendukung agar proses rehab-rekon berjalan dengan baik," ungkapnya.

    Dia mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan dukungan dana Rp37 miliar kepada Pemerintah Kota Palu untuk mempercepat pemulihan bagian wilayah yang terdampak bencana.

    Dana itu, menurut dia, rencananya digunakan untuk membebaskan lahan yang diperlukan untuk membangun hunian tetap bagi penyintas bencana dan membangun jembatan.

    "Semoga apa yang telah direncanakan ini berproses dengan baik, karena masih banyak warga penyintas tinggal di huntara (hunian sementara)," kata Hadianto.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id