Pasar Properti Didominasi Kalangan Menengah dan Bawah

    Rizkie Fauzian - 19 November 2019 13:40 WIB
    Pasar Properti Didominasi Kalangan Menengah dan Bawah
    Pasar properti masih didominasi kalangan menengah dan bawah. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Pasar properti diperkirakan mengalami kenaikan secara bertahap pada 2020. Kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) serta pelonggaran pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk rumah mewah diharapkan bisa meningkatkan dinamika pasar properti menengah atas dan mewah yang sedang lesu.

    "Permintaan pasar masih akan tetap didominasi dari kalangan menengah dan menengah bawah. Namun, pelonggaran LTV dan PPnBM diharapkan dapat meningkatkan optimisme pasar properti kelas atas," kata Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan.

    Meski demikian kondisi ekonomi dan politik nasional tidak terlalu berpengaruh pada optimisme pengembang dalam hal penawaran harga. Sebaliknya, kedua hal tersebut tercermin dalam optimisme pengembang dari sisi suplai.

    "Penjual sebaiknya fokus pada properti residensial kelas menengah dan menengah atas, dengan menonjolkan prospek investasi dan dukungan transportasi umum di sekitar properti," jelasnya.

    Ike menjelaskan secara umum pasar properti Indonesia di tahun mendatang tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik, karena sudah lebih kondusif. 

    "Pasar properti diperkirakan akan lebih bergairah dan menuju pemulihan, ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti, baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi," ungkapnya.

    Indeks harga properti hunian berdasarkan Rumah.com Property Market Index diperkirakan akan mengalami kenaikan pada kisaran 6-9 persen (y-o-y) pada akhir 2020. 

    Sementara indeks suplai properti hunian berdasarkan Rumah.com Property Market Index diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran lima persen (y-o-y) pada akhir 2020. 

    Meski terjadi penurunan pada kepuasan iklim properti saat ini dibandingkan tahun lalu, secara umum kepuasan masyarakat masih tinggi. 

    Sebanyak 55 persen responden Rumah.com Property Affordability Sentiment Index juga mengaku berencana membeli properti tahun depan. Meski demikian, berbelitnya proses pengurusan KPR, terutama untuk pekerja lepas, bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional.




    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id