1.200 Rumah DP 0 Rupiah Dibangun Tahun Depan

    Putri Anisa Yuliani - 04 Desember 2019 10:34 WIB
    1.200 Rumah DP 0 Rupiah Dibangun Tahun Depan
    Pembangunan rumah subsidi. dok. Kementerian PUPR
    Jakarta: Dana talangan Fasilitas Pemilikan Rumah Sejahtera (FPRS) dipangkas dari pengajuan Rp2 triliun menjadi Rp500 miliar. Pengurangan terjadi karena adanya pengurangan sektor pendapatan dari yang sebelumnya diajukan.

    Hal tersebut diputuskan dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2020 antara Pemprov DKI bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI.

    Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto, meski dananya dipangkas, namun jumlah rumah DP 0 Rupiah yang bisa dibangun tahun depan masih lebih banyak dibanding yang dibangun tahun ini.

    Tahun depan dengan dana talangan Rp500 miliar menurutnya masih bisa untuk menyediakan sebanyak 1.200 unit rumah DP 0 Rupiah. Sementara tahun ini baru ada 780 unit rumah DP 0 Rupiah.

    "Ini program prioritas kita untuk penyediaan hunian masyarakat Jakarta. Ini akan tetap lanjut meski anggarannya diturunkan, meski dipotong tetap jalan dengan target sekitar 1.200 unit 2020. Jadi tidak mengubah untuk keinginan kita memenuhi kebutuhan hunian. Warga masih bisa daftar kami masih tampung terus untuk pendaftaran DP Rp0 ini," kata Kelik di Jakarta, Selasa,

    Sebelumnya dengan dana Rp2 triliun Kelik mengatakan jumlah rumah DP Rp0 yang bisa disediakan bisa mencapai 2.500 unit. Untuk itu, Kelik pun masih berharap dalam pembahasan RAPBD nantinya anggaran dana talangan rumah DP Rp0 bisa ditambah.

    "Ya masih berharaplah kalau bisa nambah lagi bisa sesuai target awal," pungkasnya.

    Sementara itu, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta mengajukan anggaran 2020 senilai Rp95 triliun melalui pengajuan dokumen KUAPPAS 2020 ke DPRD DKI untuk dibahas. Namun, dalam perjalanannya angka itu direvisi menjadi Rp89,9 triliun.

    Melalui serangkaian pembahasan, disekapati angka KUAPPAS 2020 senilai Rp87,5 miliar. Penurunan angka anggaran 2020 ini disebabkan proyeksi pendapatan yang menurun karena berbagai hal salah satunya tidak turunnya dana perimbangan dari pemerintah pusat senilai Rp6 triliun.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id