Biaya Desain Perkantoran di Asia Pasifik Diperkirakan Naik

    Rizkie Fauzian - 08 Desember 2020 19:51 WIB
    Biaya Desain Perkantoran di Asia Pasifik Diperkirakan Naik
    Biaya renovasi ulang kantor di Asia Pasifik naik tahun depan. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Biaya desain dan renovasi ulang perkantoran Asia Pasifik diperkirakan akan meningkat tahun depan. Untuk itu, perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik perlu mengantisipasi.

    Laporan JLL Asia Pacific Fit-Out Cost Guide 2020/2021 mengungkapkan bahwa biaya renovasi rata-rata naik 4,7 persen dibanding tahun lalu di wilayah Asia Pasifik.






    Hal tersebut disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja, pertimbangan untuk faktor kesehatan dan keselamatan, terbatasnya ketersediaan material, dan tingginya biaya pengiriman.

    Executive Managing Director Project Development Services JLL Asia Pacifik Martin Hinge menjelaskan hal tersebut karena pemerintah telah memberlakukan pembatasan sebagai upaya pencegahan covid-19.

    "Ini adalah tindakan pencegahan yang penting dan diperlukan. Namun, dampak pada produktivitas serta jadwal proyek yang diperpanjang akan meningkatkan biaya," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Desember 2020.

    Meski demikian, hal ini tidak akan menghalangi sebagian besar perusahaan untuk berinvestasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif bagi karyawan.

    Perusahaan kemungkinan meninjau ulang total aset properti, namun ruang kerja masih memiliki peran penting dalam melestarikan budaya perusahaan, serta dalam merekrut dan mempertahankan karyawan yang berpotensi.

    Biaya renovasi termahal

    Dipicu oleh pertumbuhan konstruksi dan kekurangan tenaga kerja, Tokyo menyandang gelar sebagai wilayah dengan biaya renovasi ruang kantor termahal sebesar USD179 atau Rp2,5 juta per meter persegi.

    Selama empat tahun berturut-turut, Tokyo mencatat biaya renovasi termahal bila dibandingkan dengan harga rata-rata di kawasan lain sebesar USD93.

    Di wilayah lain, seperti di Brisbane, Singapore, Beijing, Shanghai, Guangzhou dan sebagian besar kota di India pada tahun 2021.

    Sementara itu, di Auckland, Bangkok, Manila, Seoul, dan Taipei biaya diprediksi akan stabil atau sedikit menurun, karena banyak jasa penyedia konstruksi dan kontraktor yang berusaha mengurangi margin secara keseluruhan.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id