Rumah Tapak Jadi Andalan Pengembang Properti Capai Target Penjualan

    Rizkie Fauzian - 11 November 2020 21:07 WIB
    Rumah Tapak Jadi Andalan Pengembang Properti Capai Target Penjualan
    Penjualan rumah tapak meningkat di masa pandemi. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Pasar properti di dalam negeri kembali bergeliat dan menunjukkan pemulihan setelah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dilonggarkan.

    Dalam riset terbaru CLSA and CL Securities Taiwan, Co.Ltds bartajuk Indonesia Property Sector Outlook disebutkan sejak Juli, sejumlah pengembang mulai aktif untuk meluncurkan proyek properti baru seiring dengan membaiknya permintaan dari konsumen properti.

    "Permintaan properti di Indonesia telah menunjukkan pemulihan yang signifikan pasca-PSBB," tulis riset tersebut dikutip Rabu, 11 November 2020.

    Pemulihan yang kuat dipimpin oleh rumah tapak dan ruko komersial dimana permintaan paling besar tercatat berada di Jakarta. Area Jakarta juga menjadi kontributor penjualan terbesar di kuartal tiga 2020.

    Lippo Karawaci (LPKR) merupakan salah satu pengembang yang tetap mengembangkan proyeknya meski di tengah pandemi covid-19. Menurut riset CLSA, keberhasilan LPKR menjual, menunjukkan meskipun ekonomi melambat, permintaan dari pembeli rumahan tetap ada.   

    "Penjualan rebound pada kuartal III-2020, naik 100 persen secara kuartal karena sejumlah peluncuran proyek dengan pelonggaran PSBB," tulis riset tersebut.

    Dari sisi penjualan, Lippo mencatat peningkatan mencapai 335 persen secara Year on Year (YoY). Berdasarkan tipe, proyek baru di kuartal III sebagian besar berasal dari rumah tapak yang menjelaskan pertumbuhan pra-penjualan 116 persen.

    Apalagi sejumlah pengembang, seperti Lippo Karawaci, Summarecon Agung, Bumi Serpong Damai, agresif meluncurkan produk jenis ini di kuartal III dengan harga di bawah Rp1 miliar dan Rp1 miliar-Rp2 miliar.

    Sementara berdasarkan lokasi, Jakarta dan Jakarta sekitarnya, area Jabodetabek, tetap menjadi kontributor penjualan terbesar di kuartal III. Namun, prapenjualan di luar Jakarta dan Jabodetabek tumbuh lebih cepat.

    Dari sisi pendapatan, Lippo diproyeksikan akan tetap memimpin di sektor properti seiring membaiknya kinerja dan penjualan berbagai proyek properti perusahaan. Secara umum, kinerja pengembang seperti Sumarecon, Ciputra, Agung Podomoro, juga membaik di kuartal ketiga.

    "Secara keseluruhan, sektor properti mendapatkan momentum yang lebih baik. Peluncuran yang berhasil di seluruh pengembang juga membuktikan bahwa meskipun terjadi perlambatan ekonomi, permintaan untuk pembeli pengguna akhir masih tetap ada, sebagian berkat perubahan strategi pengembang," tulis riset tersebut.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id