6 Jenis Pondasi Rumah

    Rizkie Fauzian - 30 September 2020 12:58 WIB
    6 Jenis Pondasi Rumah
    Jenis pondasi rumah serta kekurangan dan kelebihannya. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Pondasi merupakan bagian penting dalam sebuah rumah karena fungsinya menahan beban bangunan di atasnya. Seiring berjalannya teknologi, ada banyak jenis pondasi yang digunakan.

    Masing-masing pondasi tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Nah, bagi Anda yang ingin membangun rumah berikut ini adalah jenis pondasi rumah yang perlu diketahui, dikutip dari laman Lamudi Indonesia.

    1. Pondasi Rumah Batu Kali

    Pondasi batu kali merupakan salah satu jenis pondasi yang populer digunakan, proses pembuatan pondasi batu kali juga sangat sederhana. Anda hanya menumpukkan batu kali di sisi bangunan kemudian menempelkannya menggunakan semen.

    Kelebihannya adalah karena prosesnya simpel dan tidak banyak menggunakan bahan material yang rumit, harga pembuatan pondasi batu kali terbilang sangat murah. Selain itu pondasi jenis ini juga dikenal awet dan tidak mudah rusak terkena banjir atau gempa.

    Kekurangannya adalah bahan baku batu kali ternyata tidak mudah ditemui terutama di daerah pelosok dataran rendah. Selain itu jenis pondasi batu kali tidak cocok untuk membangun rumah bertingkat.

    2. Pondasi Rumah Telapak 

    Pondasi telapak merupakan jenis pondasi telapak atau tapak yang terbuat dari beton bertulang dengan dasarnya berbentuk persegi empat atau persegi panjang. Pondasi ini sangat cocok untuk hunian bertingkat.

    Kelebihannya memiliki keunggulan proses pembuatan lebih cepat, hal tersebut dikarenakan proses pembuatan pondasi ini tidak perlu menggali tanah terlalu dalam. Selain itu bahan baku yang digunakan untuk membangun pondasi ini tidak mahal.

    Kekurangan pondasi ini adalah tidak semua tukang bangunan memahami proses pembuatan pondasi tapak.

    3. Pondasi Rumah Plat Beton Lajur


    Kemudian ada pondasi yang namanya plat beton lajur. Sifatnya lebih kuat karena semua bagian yang ada memakai beton tulang. Ukuran lebar pelat lajurnya sekitar 70 hingga 120 sentimeter.

    Karena ukurannya hampir sama, pondasi ini sering dipakai sebagai pengganti pondasi batu belah jika bahan batu sulit didapat.

    Kelebihan yang dimiliki, biayanya lebih murah dan hanya butuh galian yang sedikit sebab hanya dibuat pada titik untuk membuat kolom. Jika ada bencana gempa atau angin yang keras, pondasi ini lebih kuat menahan guncangan yang muncul.

    Sedang kelemahannya, waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya lama terutama pada pembuatan cetakan dan bekisting serta pengeringan. Dan yang lebih rumit lagi, kerangka besinya harus dibikin dari permulaan.

    4. Pondasi Sumuran

    Jenis lainnya adalah pondasi sumuran, yaitu pondasi yang pengecorannya dilakukan di tempat secara langsung memakai batu belah dan beton. Pekerjaannya diawali dengan penggalian tanah yang ukuran diameternya 60 hingga 80 sentimeter dengan kedalaman delapan meter.

    Pondasi ini sering digunakan untuk membuat gedung bertingkat yang lokasinya berada di lahan sempit. Kelebihan pondasi ini adalah pembuatannya tidak membutuhkan alat berat sehingga biayanya jadi lebih irit.

    Sementara kekurangannya yaitu pertama kualitasnya sulit dikontrol karena letaknya di dalam tanah dan tidak cocok untuk tanah yang berlumpur. Meski kondisi tanahnya bagus, tapi penggaliannya agak sulit dilakukan.

    5. Pondasi Bored Pile

    Bored pile merupakan jenis pondasi yang menggunakan beton bertulang yang dimasukkan ke dalam lubang bor. jenis sangat cocok digunakan untuk bangunan bertingkat, karena memiliki kekuatan yang cukup baik.

    Kelebihan pondasi bored pile adalah proses pembuatannya yang murah. Hal tersebut disebabkan minimnya penggunaan beton. Kekurangan pondasi jenis ini adalah banyaknya peralatan yang digunakan seperti harus memiliki mesi pengeboran. Selain itu proses pembuatan pondasi ini juga harus hati-hati karena jika salah, akan membuat pondasi malah menjadi keropos.

    6. Pondasi Rumah Cakar Ayam

    Pondasi rumah cakar ayam merupakan salah satu pondasi yang populer digunakan, sesuai namanya pondasi ini memang menyerupai bentuk cakar ayam. Bentuk tersebut dibuat dari besi beton yang dan ditanam di dalam tanah dengan kuat. Jenis pondasi ini sangat cocok digunakan pada tanah yang lembek, seperti tanah bekas sawah atau rawa.

    Kelebihan pondasi jenis ini memiliki keunggulan struktur yang kokoh dan sangat cocok untuk jenis tanah yang lembek dan berair. Selain itu jenis pondasi ini berisi beton padat yang kuat sehingga tidak ada celah untuk masuknya air.

    Sedangkan kekurangan pondasi cekar ayam adalah harga pembuatannya cukup mahal. Hal itu dikarenakan peralatan dan proses pembuatannya cukup rumit.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id