comscore

Konsumen Properti Juga Minta Keringanan BPHTB

Rizkie Fauzian - 18 Januari 2022 20:59 WIB
Konsumen Properti Juga Minta Keringanan BPHTB
Calon pembeli rumah minta keringanan BPHTB
Jakarta: Pemerintah telah menggulirkan sejumlah insentif khususnya di sektor properti. Salah satunya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang berlaku hingga Juni 2022 dan DP 0 Persen sampai Desember 2022.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan ada komponen biaya lain yang bisa dijadikan sasaran pemerintah untuk meringankan calon pembeli rumah dan sekaligus menggairahkan industri properti.
"Misalnya dengan pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Beberapa pemerintah daerah sudah menjalankan kebijakan ini namun perlu koordinasi lebih lanjut antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Januari 2022.

Menurutnya, pembebasan BPTHB ini memang cukup membantu para calon pembeli rumah, sebagaimana hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2021, dimana sebanyak 70 persen survei berharap ada keringanan BPHTB. Keinginan konsumen terhadap keringanan BPTHB dirasakan di berbagai daerah.

Marine juga menambahkan bahwa pembelian properti adalah keputusan besar dan penting bagi masyarakat karena merupakan tempat beraktivitas dan beristirahat bersama keluarga seumur hidup.

Baca juga: Ada Insentif PPN, Suku Bunga KPR Tetap Jadi Hambatan Beli Rumah

"Saat ini mayoritas para pembeli rumah harus mencicil selama belasan hingga puluhan tahun. 
Sebagai kebutuhan primer, sudah selayaknya pemerintah membantu dengan berbagai insentif," jelasnya. 

Apalagi industri properti merupakan sektor strategis yang melibatkan 174 sektor lainnya dan 350 jenis industri terkait skala kecil sehingga memiliki multiplier effect bagi pemulihan ekonomi nasional. 

Di tengah pandemi covid-19, sektor properti masih bertahan dan tetap mencatatkan kinerja dan pertumbuhan positif sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index mengindikasikan bahwa tren harga properti akan berangsur normal dan akan meningkat pada setiap kuartal di 2022. Hal ini dapat terjadi seiring dengan perpanjangan stimulus pemerintah terhadap industri properti dan pemerintah mampu menjaga situasi ekonomi tetap kondusif, terutama dalam penurunan suku bunga.

"Tahun ini secara umum masih menjadi 'buyer's market' bagi para pencari properti didukung berbagai stimulus dari pemerintah. Mereka yang telah siap secara finansial didorong untuk mengambil keputusan pembelian secepatnya," ujar Marine.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id