Permintaan KPR Subsidi BTN Naik 75%

    Husen Miftahudin - 02 Juli 2020 18:21 WIB
    Permintaan KPR Subsidi BTN Naik 75%
    Permintaan KPR subsidi BTN meningkat 75 persen. Foto: Shutterstock
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat permintaan (demand) kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi pada Juni 2020 mengalami kenaikan hingga 75 persen dibandingkan Mei 2020. Kenaikan ini didorong oleh pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    "Dengan sudah dilonggarkannya PSBB di awal Juni lalu, kondisi ekonomi ini mulai berangsur-angsur pulih. Beberapa yang kita lihat adalah dari sisi demand untuk KPR bersubsidi di BTN yang sampai dengan 25 Juni yang lalu itu sudah meningkat 75 persen lebih tinggi dibandingkan permintaan KPR di Mei," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam acara diskusi livestream, Kamis, 2 Juli 2020.

    Selain kenaikan permintaan KPR subsidi, pelonggaran PSBB juga meningkatkan permintaan KPR nonsubsidi dan kredit modal kerja pada industri perbankan secara keseluruhan. Namun Pahala tidak menyebutkan detail besaran kenaikan kredit tersebut.

    "Jadi kita memang cukup optimistis bahwa dengan pelonggaran PSBB ini memungkinkan adanya kegiatan ekonomi dan juga dengan permintaan kredit yang saat ini berangsur-angsur mulai pulih kembali meskipun belum kembali normal," tuturnya.

    Terkait program keringanan kredit (restrukturisasi) debitur terdampak pandemi covid-19, hingga Mei 2020 BTN sudah merestrukturisasi sekitar Rp26 triliun total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet). Hingga akhir Juni 2020, Pahala memproyeksi restrukturisasi yang dilakukan BTN bakal mencapai sekitar Rp30 triliun.

    Pahala membeberkan bahwa 80 persen debitur BTN merupakan nasabah berpendapatan tetap. Meskipun 60 persen portofolio yang dimiliki BTN merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    "Karena kan salah satu fokus utama dari BTN adalah menyalurkan KPR subsidi yang disalurkan kepada masyarakat berpendapatan rendah," ungkap Pahala.

    Menurutnya, pelaksanaan restrukturisasi kredit nasabah terdampak covid-19 merupakan upaya industri perbankan dalam meningkatkan kepercayaan diri masyarakat di tengah gejolak perlambatan ekonomi.

    "Kita berharap dengan pelaksanaan restrukturisasi ini tentunya yang kita lakukan sudah memberikan believe (kepercayaan), sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang berpengaruh terhadap kondisi pandemi covid-19," tutup Pahala.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id