Keberhasilan Insentif PPN Rumah Tergantung Respons Lembaga Keuangan

    Antara - 03 Maret 2021 10:30 WIB
    Keberhasilan Insentif PPN Rumah Tergantung Respons Lembaga Keuangan
    Keberhasilan insentif PPN rumah tergantung lembaga keuangan. Ilustrasi: Shutterstock



    Jakarta: Insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diberikan pemerintah untuk sektor perumahan dinilai dapat membantu pemulihan daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga.

    Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listyanto mengatakan kebijakan ini dalam jangka menengah juga dapat menggeliatkan kembali sektor properti dan memulihkan perekonomian secara keseluruhan.






    "Relaksasi pajak PPN properti ini pasti akan berimplikasi pemulihan ekonomi. Ini positif. Tapi tantangannya bagaimana aspek kesehatan dan pandemi teratasi," katanya.

    Eko meyakini penjualan rumah akan kembali tumbuh seiring dengan membaiknya permintaan masyarakat, meski kemungkinan tidak akan tumbuh cepat, karena kurva penanganan pandemi di Indonesia belum melandai.

    "Aspek ini akan berpengaruh terhadap penjualan perumahan yang sedikit terdongkrak dibanding tahun lalu. Meski proses kenaikan akan berjalan lebih landai, artinya tidak mengakselerasi permintaan properti secara cepat," ujarnya.

    Eko juga menegaskan keberhasilan kebijakan stimulus ini sangat bergantung pada respons lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank, yang selama ini memiliki andil dalam pembiayaan kredit perumahan.

    Menurut dia, pelaku sektor pembiayaan masih khawatir dan belum sepenuhnya yakin untuk menyalurkan kredit perumahan kepada masyarakat selama pandemi covid-19 belum berakhir.

    Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian insentif fiskal untuk sektor properti berupa PPN ditanggung pemerintah untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) selama enam bulan mulai Maret hingga Agustus 2021.

    Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK.010/2021 menyatakan PPN untuk rumah dengan harga jual hingga Rp2 miliar dibebaskan 100 persen dan untuk harga jual Rp2 miliar-Rp5 miliar dikenakan 50 persen.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id