Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Harga Properti - Medcom

    Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Harga Properti

    Rizkie Fauzian - 16 Oktober 2019 14:07 WIB
    Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Harga Properti
    Harga properti naik seiring masifnya pembangunan infrastruktur. Foto: Shutterstock
    Karawang: Harga properti di wilayah Karawang, Jawa Barat diperkirakan terus menanjak sejalan dengan penyelesaian berbagai infrastruktur di wilayah tersebut. Apalagi Karawang merupakan salah satu tujuan para investor untuk mengembangkan basis produksinya di Indonesia.

    General Manager Sales & Marketing Taruma City Rina Irawan mengatakan dampak pembangunan infrastruktur dan tingginya laju investasi di kawasan industri Karawang juga terasa pada proyek hunian. Selama tiga tahun terakhir, harga properti hunian di kawasan ini tumbuh rata-rata 15-20 persen per tahun.

    "Di proyek Taruma City permintaan terhadap hunian tetap tumbuh positif di tengah situasi ekonomi yang dinamis saat ini. Harga properti di Karawang juga terus melaju, ini yang membuat permintaan pasar terus tumbuh positif," kata Rina Irawan dalam keterangan resminya, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Berdasarkan data Disnakertrans Karawang, hingga 2018 terdapat 13.756.358 hektare luas lahan yang dialokasikan sebagai lahan industri. Sementara jumlah pabrik yang beroperasi di kabupaten ini mencapai 1.762 pabrik, meliputi pabrik swasta sebanyak 787, PMDN 269, PMA 638, dan joint venture sebanyak 58 pabrik.

    "Sebagai kota industri terbesar di Indonesia, Karawang merupakan lokasi strategis untuk memiliki properti. Proyek tol Jakarta-Cikampek elevated yang akan beroperasi tahun ini akan semakin menambah daya tarik kawasan Karawang," imbuh Rina.

    Infrastruktur di Karawang akan semakin lengkap dengan beroperasinya kereta api cepat Jakarta-Bandung di 2020. Salah satu stasiun kereta cepat tersebut berada di wilayah Karawang yang padat penduduk dengan tingkat ekonomi yang sangat baik. Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Karawang paling tinggi di Jawa Barat yakni Rp4.234.010.

    Untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan ekonomi di Karawang, PT Agung Podomoro Land (APLN) kembali meluncurkan produk terbaru di Karawang Barat yaitu kluster Mariposa. Cluster ini dibangun  di kawasan Taruma City yang memiliki total area seluas 5,6 ha dan berdekatan dengan pusat kota dan pusat Pemerintahan Karawang.

    Menurut Rina, kelas menengah di wilayah Karawang dan sekitarnya yang terus bertumbuh menjadi salah satu target pasar cluster Mariposa. Selain itu kalangan ekspatriat yang juga terus bertambah, seiring meningkatnya investasi asing di wilayah ini, juga membutuhkan hunian yang nyaman dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas modern.

    "Mariposa berada di kawasan Taruma City yang akan menjadi CBD baru di Karawang. Dengan arus investasi yang terus meningkat di kawasan ini, kami optimistis permintaan hunian juga akan terus tumbuh," katanya.

    Tahun ini satu lagi kawasan industri baru hadir di Karawang yaitu Karawang New Industry City Tenants di Karawang (KNIC), yang dibangun oleh perusahaan asal Tiongkok yaitu China Fortune Land Development (CFLD). Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa kawasan industri itu dibangun dengan investasi senilai USD300 juta dan ditargetkan mampu menciptakan 4.000 lapangan pekerjaan baru.

    "KNIC mampu menarik investasi hingga USD100 juta dari enam perusahaan yang telah berkomitmen menjadi tenant-nya. Investor tersebut antara lain berasal dari Tiongkok, Taiwan, Jepang, dan Indonesia," ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, beberapa waktu lalu.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id