Rusun Keuskupan Larantuka di NTT Dibangun dengan Tipe 36

    Rizkie Fauzian - 03 Mei 2021 14:48 WIB
    Rusun Keuskupan Larantuka di NTT Dibangun dengan Tipe 36
    Groundbreaking rusun keuskupan di NTT. Foto: Kementerian PUPR



    Nusa Tenggara Timur: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) memulai pembangunan rumah susun (rusun) Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

    Rusun Keuskupan Larantuka ini nantinya akan dibangun secara Single Years Contract (SYC) Tahun 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai terdiri dari 44 unit hunian tipe 36 dengan total anggaran senilai Rp20,72 miliar.






    "Tak hanya untuk para santri di pondok pesantren saja tapi juga untuk keuskupan sehingga hasil pembangunan pemerintah bisa dirasakan oleh semua pihak," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Mei 2021.

    Menurut Khalawi, pembangunan rusun Keuskupan Larantuka ini merupakan salah satu wujud dukungan Kementerian PUPR untuk para Romo dalam perannya membentuk generasi baru bangsa. Adapun penerima manfaat yakni para Imam Projo Yang Berkarya di Keuskupan Larantuka. 

    "Kita semua berupaya agar generasi muda Indonesia di masa depan bisa memahami akan arti penting tempat tinggal yang layak huni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Yublina Dila Bunga menjelaskan dimulainya pelaksanaan pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka ditandai dengan groundbreaking.

    "Rusun Keuskupan Larantuka ini akan dilengkapi dengan furnitur, termasuk Prasarana, Sarana, dan Utilitasnya (PSU)," katanya.

    Balai P2P NT II pada 15 Maret 2021 telah menandatangani kontrak dengan PT Bumi Permata Kendari sebagai Kontraktor Pelaksana pembangunan Rusun senilai Rp18,5 miliar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai Management Konstruksi senilai Rp1,052 miliar. 

    Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan kontrak meubelair Rusun UNIO atau Paguyuban Para Romo Projo bersama CV. Melati pada 21 April 2021 senilai Rp1,179 miliar.

    UNIO adalah paguyuban untuk para imam projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka. Paguyuban itu dimaksudkan untuk menjalin persaudaraan dan bertumbuh-kembang bersama melalui aneka program.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id