5 Kelurahan Rawan Banjir di Jakarta Dipasangi Plang

    Rizkie Fauzian - 06 Agustus 2020 16:50 WIB
    5 Kelurahan Rawan Banjir di Jakarta Dipasangi Plang
    Situasi banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur - Medcom.id/Zaenal Arifin
    Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan pemasangan plang peringatan banjir di lima kelurahan di Jakarta.

    Kelima kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Tegal Alur, Kelurahan Kalideres, Kelurahan Semanan, Kelurahan Kamal, serta Kelurahan Pegadungan dengan total 73 plang.

    Pemasangan plang tersebut bertujuan memberi peringatan dini (early warning system) serta informasi kepada masyarakat terkait daerah rawan bencana banjir.

    Informasi dalam plang tersebut berbasis teknologi, ditandai dengan adanya barcode, yang di dalamnya ada informasi peta banjir dan informasi ruang evakuasi bencana terdekat, disertai rute tercepat menuju ruang evakuasi.

    Lurah Kelurahan Tegal Alur di Kecamatan Kalideres Suriji mengungkapkan selama ini kondisi tanah di wilayah kelurahannya tanahnya terus turun.

    "Tanah di wilayah kami turun 7-15 cm, sehingga jika hujan sedikit langsung banjir. Belum lagi ada banjir rob. Untuk itu, kami menunggu ada tindakan untuk normalisasi Kali Semongol," kata Suriji.

    Menanggapi hal tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengutarakan bahwa saat ini sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur.

    "Dalam Perpres itu nantinya akan dilakukan pembenahan masalah di perkotaan, salah satunya banjir. Dalam mengatasi banjir, perlu sinkronisasi dari mulai hulu, tengah, sampai hilir," kata Sofyan A. Djalil.

    Sinkronisasi tersebut dilakukan dengan perbaikan-perbaikan di semua sektor. Di sektor hulu antara lain pemerintah sudah membangun dua bendungan di wilayah Puncak, yakni Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi.

    "Perbaikan di tengah yakni memfungsikan kembali situ-situ, contohnya di wilayah Tangerang. Sekarang ini banyak dari situ-situ tersebut yang berubah fungsi, bahkan sudah bersertifikat. Ini akan ditertibkan. Di hilir kami buat early warning system, seperti yang kita lakukan pada hari ini," ungkapnya.

    Penanggulangan bencana banjir memang tidak bisa dilakukan secara cepat. Khusus Kali Semogol, Sofyan menyarankan agar dapat melihat ini merupakan kewenangan siapa, apakah Pemerintah Daerah atau  Kementerian PUPR. Ia menandaskan normalisasi kali bukan kewenangan dari Kementerian ATR/BPN.

    "Cuma yang jelas perlu peran semua stakeholder, ada kerja sama untuk mengatasi banjir yang terjadi selama ini. Semakin kita banyak lakukan perbaikan, maka semakin banyak pula manfaatnya," tuturnya.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id