Kepala Bappenas Sebut Ibu Kota Baru Dijadikan Masterplan Smart City

    Octavianus Dwi Sutrisno - 22 Agustus 2019 19:46 WIB
    Kepala Bappenas Sebut Ibu Kota Baru Dijadikan Masterplan <i>Smart City</i>
    Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan paparan diacara bincang bersama milenial Youth Talks. (Foto: MI/Adam Dwi)
    Depok: Ibu kota baru rencananya akan dipindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim). Pembangunan ibu kota akan menerapkan konsep smart city.

    Smartcity atau kota pintar merupakan pengembangan kota yang mengintegrasikan antara teknologi informasi dan komunikasi dalam segala aspek sehingga menjadi sebuah wilayah yang berkelanjutan dan nyaman bagi masyarakat.

    "Aspeknya mencakup, smart mobility, safety dan security, ada keterlibatan penduduk kota dalam pengambilan keputusan, smart energy di sini nanti menjadi bagian tugas rekan-rekan elektro untuk memperkuat transmisi," ucap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Menurut Bambang, pembangunan ibu kota baru akan dilakukan dari nol sehingga bisa dilakukan melalui pendekatan yang pintar (smart). Hal tersebut bisa dimulai dari pemenuhan kebutuhan masyarakat yang paling mendasar.

    "Infrastruktur awal dikerjakan dengan pendekatan smart seperti sistem pengelola air, sampah, transportasi, maupun konsep pembangunan gedung yang didesain sesuai konsep," bebernya.

    Bambang menegaskan, konsep smartcity adalah smart for sustainability, yaitu sebuah strategi agar perkotaan menjadi layak huni dengan memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi di masa depan.

    Selain itu, orientasi smart city juga tidak akan terlepas dari penggunaan teknologi, apalagi ketika konsep tersebut direalisasikan. Utamanya hal yang menjadi orientasi adalah memenuhi kebutuhan warga kota dalam hal administrasi.

    "Jadi, ada kebutuhan dasar warga kota yang nantinya perlu dipenuhi yaitu jaringan listrik, layanan administrasi mengurus KTP dan beragam perizinan, ketertiban lalu lintas, menurunkan angka kriminalitas,dan penanggulangan bencana. Semua hal dasar itu menjadi isu yang diatasi oleh pendekatan smart berbasis teknologi, sehingga teknologi itu ada demi memenuhi kebutuhan layanan dasar masyarakat," ucapnya.

    Sementara itu, masterplan akan mulai dikerjakan ketika pemerintah sudah menentukan lokasi yang dipilih sebagai ibu kota. Namun, diperkirakan pembangunan akan selesai pada 2020.

    "Tahun 2020 selesainya. Masterplan baru bisa dibikin kalau ketahuan lokasinya. Baru bisa dibikin," katanya.




    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id