Surabaya dan Gresik Jadi Incaran Pencari Rumah

    Rizkie Fauzian - 28 Oktober 2021 08:08 WIB
    Surabaya dan Gresik Jadi Incaran Pencari Rumah
    Surabaya dan Gresik jadi kota favorit pencari rumah. Ilustrasi: Shutterstock



    Jakarta: Penjualan rumah di wilayah Jawa Timur sempat terganggu akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan pemerintah untuk menekan kasus covid-19 di Indonesia.

    Hal tersebut berdampak pada penurunan harga rumah di Jawa Timur. Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) mencatat penurunan terjadi pada kuartal III-2021.

     



    Namun, kondisi semakin sektor properti mulai membaik sejak pelonggaran PPKM yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia. Bahkan, banyak masyarakat mulai giat kembali mencari properti.

    Pencarian rumah di Surabaya dan Gresik

    Selama Oktober 2020 hingga September 2021, Rumah.com mengamati preferensi masyarakat terhadap kota di Jawa Timur yang paling banyak diincar. Sedikitnya ada lima kota terfavorit di antaranya Surabaya dan Gresik.

    Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dengan luas wilayah 326,81 kilometer persegi. 

    Kota Surabaya dan wilayah Gerbangkertosusila sebagai kota-kota satelit di sekitarnya yang terdiri dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan memiliki andil yang vital bagi perekonomian Indonesia.

    Di sana sektor perdagangan, industri, dan jasa yang terus berkembang sehingga daya beli masyarakatnya meningkat dan indeks kepercayaan konsumen pun berkembang pesat.

    "Investor properti pun ikut andil dalam perubahan wajah kota Surabaya ini sehingga mendorong munculnya Kawasan Bisnis Terpadu sebagai pusat-pusat kegiatan bisnis di Surabaya," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 28 Oktober 2021.

    Di antaranya adalah kawasan highrise building yang berada di sekitar Jalan Tunjungan, Basuki Rachmat, Darmo, Mayjend Sungkono, H.R. Muhammad, dan Ahmad Yani. 

    Sedangkan untuk kawasan industri di antaranya adalah Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Karangpilang dan Margomulyo.

    "Sejalan pertumbuhan kawasan bisnis dan industri, ditambah dengan perkembangan infrastruktur dan fasilitas Surabaya yang makin masif, maka mendorong pertumbuhan perumahan di Surabaya secara signifikan," ujarnya.

    Menurut Marine, berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), terlihat bahwa indeks harga rumah tapak di Surabaya mengalami peningkatan tipis baik dalam periode kuartalan maupun tahunan. 

    Pada kuartal III-2021, indeks harga rumah berada di posisi 110,9 poin atau naik 0,4 persen secara kuartalan dimana pada kuartal sebelumnya yakni kuartal II-2021, indeks harga rumah mencapai 110,4 poin atau lebih rendah 0,5 poin.

    Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di Surabaya meningkat sebanyak 0,7 persen di kuartal III-2021. Hal ini lantaran indeks di kuartal yang sama tahun sebelumnya atau kuartal III-2020 hanya mencapai 110,2 poin. 

    Kendati kenaikan indeks harga tidak begitu signifikan, namun setidaknya tren perumahan di Surabaya tetap mampu meraih performa positif di tengah gejolak pandemi.

    Marine juga menjelaskan berdasarkan data RIPMI, Kabupaten Gresik mencatat kenaikan indeks harga properti tertinggi di wilayah Jawa Timur, yakni naik sebesar 4,53 persen secara kuartalan. 

    Kabupaten Gresik juga mengalami kenaikan dari sisi indeks suplai properti sebesar 5,01 persen secara kuartalan.

    "Kenaikan indeks harga properti Kabupaten Gresik yang cukup drastis tersebut bahkan juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan Surabaya dimana secara kuartalan hanya mengalami kenaikan sebesar 1,79 persen," kata Marine.

    Situasi ini cukup memberi harapan bagi pemilik properti di Kabupaten Gresik setelah selama dua kuartal sebelumnya mengalami penurunan cukup besar secara kuartalan, yakni 4,85 persen pada kuartal III-2020 dan 5,06 persen pada kuartal I-2021.

    "Kenaikan harga secara signifikan di Kabupaten Gresik ini didorong oleh pertumbuhan harga di segmen rumah tapak," ungkapnya.

    Sepanjang April hingga Juni 2021, rumah tapak menjadi andalan Gresik dengan peningkatan harga properti mencapai 2,80 persen (quarter-to-quarter), sementara harga apartemen tidak mengalami kenaikan sama sekali.

    Marine menerangkan bahwa pusat kota Kabupaten Gresik sangat strategis karena diapit oleh Pelabuhan Teluk Lamong di Surabaya dan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

    Kedua kawasan ini ke depannya akan dihubungkan oleh jalur kereta api dengan memanfaatkan bekas rel dari Stasiun Indro, Gresik menuju Stasiun Gresik.

    Selain itu Kabupaten Gresik juga sudah terhubung dengan tiga ruas jalan bebas hambatan, yakni Tol Surabaya-Gresik, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) dan Tol Surabaya-Mojokerto. 

    "Ketiga tol tersebut tersambung dengan Jalan Tol Trans Jawa sehingga mempermudah akses kendaraan dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, maupun dari kota-kota lain di pulau Jawa menuju Kabupaten Gresik," kata Marine.

    Ketiga jalan tol tersebut mendorong pengembangan properti baru di sekitar pintu masuk tol, khususnya di Bunder, Manyar, dan Driyorejo. 

    Setidaknya ada dua pembangunan permukiman berskala besar yang muncul di sana, yaitu Gresik Kota Baru (GKB), AKR GEM City, dan Kota Baru Driyorejo selain juga menjamur pembangunan perumahan skala menengah dan kecil di sekitarnya. 

    Pasokan rumah di Gresik


    Suplai rumah di Gresik yang meningkat tajam tentunya mengindikasikan bahwa demand atau permintaan mulai menguat. 

    Oleh karena itu, masyarakat tak perlu khawatir kehabisan alternatif saat mencari hunian yang sesuai kebutuhan dan kemampuan para pencari rumah di wilayah Gresik. 

    "Dari tujuh kota dan kabupaten di Gerbangkertosusila, bisa disimpulkan bahwa Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik menjadi wilayah yang paling menonjol dari sisi harga maupun suplai properti," ujarnya.

    Kabupaten Gresik semakin diminati karena strategis baik dari sisi pekerjaan dengan adanya kawasan industri, akses transportasi, pusat perbelanjaan, maupun fasilitas publik lainnya. 

    "Gresik juga belum begitu padat seperti Sidoarjo meskipun keduanya memiliki lokasi yang berbatasan dengan Surabaya dan akses tol langsung," katanya.


    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id