comscore

Kementerian ATR Kebut Pengadaan Lahan bagi Huntap di Palu

Rizkie Fauzian - 10 Januari 2022 19:58 WIB
Kementerian ATR Kebut Pengadaan Lahan bagi Huntap di Palu
Hunian tetap yang dibangun Kementerian PUPR untuk korban bencana. Foto: Kementerian PUPR
Palu: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) optimistis menyelesaikan permasalahan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) Tondo 2 pada Februari 2022.

Wakil Menteri ATR Surya Tjandra mengatakan, akan melakukan percepatan pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sulteng sesuai dengan arahan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
"Kami dari Kementerian ATR memiliki tugas dalam hal pengadaan tanah, tapi karena ini arahan langsung tidak hanya dalam hal tersebut tapi kita bersama perlu sepakati langkah-langkah penyelesaian khususnya untuk huntap di tondo 2 secepat mungkin," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Januari 2022.

Untuk menyelesaikan hambatan yang ada, Kementerian ATR perlu beberapa strategi yang harus dikerjakan secara cepat dan jelas. 

"Jangan sampai kita kehilangan momentum, harus cepat dan harus jelas. Begitu juga terkait strategi besar Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang rawan bencana. Kita perlu punya strategi seperti perencanaan tata ruangnya serta membangun kerja sama dengan beberapa daerah lain," jelasnya. 

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Sulteng, Doni Juniarto Widiantomo melaporkan bahwa Kanwil BPN Provinsi Sulteng sudah melakukan penyediaan lahan huntap melalui HGB, Eks HGB dan Eks HGU seluas kurang lebih 297,1 Ha. 

"Terkait lahan huntap, BPN Provinsi Sulteng sudah menyiapkan lahan yang berada di sejumlah lokasi yang berada di Kota Palu yaitu Huntap I 45 hektar, Huntap II 65 hektar yang berada di Kelurahan Tondo, Huntap III 46,8 hektar di Talise, Huntap Duyu 36,3 hektar serta Huntap Pombewe 104 hektar yang berada di Kabupaten Sigi," jelasnya. 

Kepala Kantor Pertanahan Kota Palu, Yannis Harryzon Dethan mengatakan pihaknya juga sedang melakukan konsolidasi tanah bagi pembangunan huntap penyintas gempa dan likuefaksi di Kelurahan Petobo. 

"Kondisi masyarakat Petobo yang menjalani kehidupan penuh dengan keterbatasan serta kuatnya perjuangan warga Petobo untuk mendapat hunian tetap permanen menjadi salah satu dorongan untuk menetapkan sebelah timur lokasi eks likuefaksi menjadi lokasi relokasi pembangunan Huntap Petobo," ungkapnya.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id