comscore

Pasar Properti Mulai Membaik, Ini Alasannya

Rizkie Fauzian - 09 Desember 2021 21:55 WIB
Pasar Properti Mulai Membaik, Ini Alasannya
Diskon PPN optimalkan pasar properti. Ilustrasi: Shutterstock
Jakarta: Meskipun pandemi masih berlangsung, 2021 menjadi tahun yang cerah bagi para pelaku industri properti nasional. Berbagai stimulus dan kebijakan pemerintah berhasil meningkatkan minat konsumen untuk melakukan transaksi pembelian properti. 

Walau permintaan sempat turun pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, optimisme di pasar properti masih terus meningkat seiring dengan pulihnya ekonomi nasional.

 



Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan bahwa awal tahun ini, pelaku sektor properti masih bersikap wait and see. Pengembang masih mencermati langkah-langkah pemerintah dalam menangani covid-19 dan menunggu realisasi Pemerintah untuk memberikan stimulus bagi sektor properti. 

"Situasi pasar properti mulai membaik setelah sejumlah stimulus dan kebijakan Pemerintah benar-benar digulirkan," katanya dalam diskusi panel, Kamis, 9 Desember 2021.

Kebijakan tersebut di antaranya Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) properti antara 50 hingga 100 persen yang ditanggung pemerintah. Kemudian Bank Indonesia (BI) juga mengizinkan uang muka nol persen lewat relaksasi rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV).

Menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), indeks harga pada kuartal pertama sempat turun sebesar 0,36 persen secara kuartalan sementara suplai naik tipis sebesar 8,39 persen. 

Sedangkan indeks harga properti pada kuartal kedua naik 2,24 persen dari kuartal sebelumnya dan indeks suplai pada kuartal turun sebesar 2,13 persen secara kuartalan.

Kebijakan PPKM darurat secara mendadak pada awal kuartal III-2021 memberikan efek kejut terhadap berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Kendati demikian, berbagai kebijakan Pemerintah membuat pengembang berani menggenjot pembangunan dan peluncuran hunian baru pada kuartal III-2021. 

Indeks harga pada kuartal ketiga 2021 menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) naik sebesar 1,80 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, indeks suplai meningkat sebesar 9,57 persen secara kuartalan. 

Marine menyatakan bahwa kebijakan Pemerintah pada sektor properti tepat sasaran karena berdasarkan survei, sebanyak 67 persen responden mengharapkan penurunan uang muka. Sementara sebanyak 85 persen mengharapkan penurunan suku bunga ketika ditanya seputar suku bunga.

Stimulus pemerintah berhasil membuat pasar properti pulih sepanjang tahun 2021, ditandai dengan kenaikan harga properti pada kuartal kedua dan ketiga serta kenaikan pencarian properti secara tahunan. 

"Meskipun PPKM Darurat sempat menjadi ganjalan di pertengahan tahun, pemberian beragam insentif mampu menjaga optimisme pasar tetap hidup hingga akhir tahun. Hal ini membuat pengembang lebih percaya diri untuk meningkatkan produksi di masa pemulihan ekonomi nasional," ujar Marine.


(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id