BTN Ajak Pengembang Bangun Perumahan Berbasis Komunitas

    Rizkie Fauzian - 23 November 2020 20:47 WIB
    BTN Ajak Pengembang Bangun Perumahan Berbasis Komunitas
    BTN ajak pengembang percepat program Sejuta Rumah. Foto: Shutterstock
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (BTN) mendukung Himpunan Pengembang Nusantara (Hipnu) mempercepat pencapaian target program Sejuta Rumah Pemerintah, khususnya dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan berbasis komunitas.

    Hipnu merupakan komunitas Nahdliyin yang terbentuk dari program BTN Santri Developer yang diadakan BTN sebelumnya. Seminar dan Sarasehan Nasional Hipnu 2020 diselenggarakan untuk mengatasi permasalahan di bidang perumahan.

    "Hipnu diharapkan menjadi wadah berkumpulnya para pengembang perumahan Nahdliyin untuk membangun kerja sama, transfer knowledge dan sharing session seputar industri properti nasional," kata Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury dalam keterangan tertulis, Senin, 23 November 2020.

    Menurut Pahala ada sejumlah masalah di industri properti yang membutuhkan dukungan seluruh stakeholder di antaranya keterbatasan daya beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), masih kurangnya pemenuhan terhadap standar keandalan bangunan dan keserasian dengan lingkungan.

    Selanjutnya, perumahan dan permukiman semakin jauh dari pusat kota tanpa dukungan jaringan infrastruktur dan tidak sesuai dengan rencana tata ruang (urban sprawl), dan banyak hunian yang kurang layak.

    BTN hingga 31 Oktober 2020 berkontribusi dalam Program Sejuta Rumah dengan merealisasikan KPR untuk 107.762 unit dan memberikan dukungan kredit kontruksi terhadap 311.138 unit rumah.

    Pahala menambahkan BTN turut ambil bagian dalam mendukung pertumbuhan sektor properti baik dari sisi supply and demand melalui produk dan jasa layanan perbankan BTN.

    Dari sisi supply, BTN membuka Housing Finance Center (HFC) untuk merintis para kontraktor yang siap terjun di dunia properti, termasuk dengan menggelar Santri Developer dengan NU Circle dan IAEI.  

    "Kami berencana mengembangkan kembali program Santri Developer pada 2021 dengan menyelenggarakan di pesantren-pesantren binaan NU guna memberi pembekalan kepada kalangan santri dan alumni pesantren mengenai dunia pengembang perumahan di Indonesia," jelasnya.

    BTN mengajak Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) untuk menyukseskan program Sejuta Rumah.

    Ketua Umum NU-Circle Gatot Prio Utomo menyampaikan rekomendasi untuk menjawab permasalahan pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yakni melibatkan partisipasi masyarakat terutama kelompok masyarakat yang memiliki akar budaya yang kuat.

    Dalam hal ini Nahdliyin yang memiliki akses pada lahan cukup dapat berkolaborasi dengan pengembang dengan akar Nahdliyin untuk penyediaan lahan perumahan.

    Rekomendasi lainnya adalah memastikan alokasi dana subsidi perumahan bagi MBR, simplifikasi prosedur perizinan pembangunan perumahan. "Diperlukan berbagai ketrampilan dan pendampingan sehingga masyarakat menengah bawah yang lebih proporsinya adalah Nahdliyin sehingga tidak lagi menjadi objek dan target bagi pengembang," ungkap Gatot.

    Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin dalam sambutannya menilai pembangunan perumahan tidak hanya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga kualitas hidup masyakarat. Oleh karena itu pembangunan perumahan harus didukung, sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

    "Saat ini pemerintah mengkaji lebih lanjut skema susbidi dan intervensi sisa anggaran Subisidi Selisih Bunga dan Subsidi Bantuan Uang Muka, penggunaan tanah negara untuk perumahan rakyat, pemanfaatan Tapera, serta reformasi perumnas," kata Ma’ruf Amin.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id