Petugas Lapas Nusakambangan Diberi Rusun dan Rusus

    Rizkie Fauzian - 23 Agustus 2019 10:47 WIB
    Petugas Lapas Nusakambangan Diberi Rusun dan Rusus
    Rusun dan rusus bagi petugas lapas di Nusakambangan. (Foto: dok. Kementerian PUPR)
    Nusakambangan: Pemerintah membangun rumah susun (rusun) dan rumah khusus (rusus) bagi para petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Anggaran yang dikeluarkan Rp36,6 miliar.

    "Rusun yang kami bangun untuk petugas Lapas Nusakambangan ini bukan sekadar hunian vertikal biasa. Kualitasnya seperti apartemen sehingga nyaman untuk ditempati petugas beserta keluarganya," ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Rusun terdiri atas dua tower yang diperuntukkan bagi petugas lapas yang masih berstatus lajang dan berkeluarga. Rusun di tower pertama setinggi empat lantai itu untuk ASN lajang.
    Petugas Lapas Nusakambangan Diberi Rusun dan Rusus
    (dok: Kementerian PUPR)
    Rusun tersebut terdiri atas 50 unit kamar. Dengan daya tampung masing-masing kamar empat orang sehingga totalnya sebanyak 196 penghuni. Biaya pembangunannya sekitar Rp16,1 miliar.

    Rusun di tower kedua disediakan untuk ASN yang sudah berkeluarga. Rusun ini dibangun setinggi tiga lantai dengan 42 unit kamar.

    Tipe unit huniannya adalah tipe 36 dan mampu menampung 42 kepala keluarga. Anggaran untuk pembangunan rusun senilai Rp15,9 miliar.

    Semua rusun dibangun oleh Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR pada 2018.

    Rusun ini telah dilengkapi dengan prasarana dasar berupa tempat tidur tingkat, tempat tidur single, lemari, sofa, meja tamu, kursi, dan meja makan.
    Petugas Lapas Nusakambangan Diberi Rusun dan Rusus
    (dok: Kementerian PUPR)
    Sedangkan program pembangunan kedua adalah rumah khusus untuk ASN di Lapas Pulau Nusakambangan. Rusus tersebut dibangun oleh SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah. 

    Total rusus yang dibangun sebanyak 28 unit dengan tipe 36. Waktu pelaksanaan pembangunan adalah 210 hari mulai 4 Juni hingga 31 Desember 2018. 

    Total anggarannya mencapai Rp4,648 miliar. Setiap unit Rusus juga telah dilengkapi meubelair seperti tempat tidur, meja dan kursi makan, lemari pakaian dan sofa.

    Menurut Khalawi, pembangunan rusun dan rusus ini merupakan bentuk dukungan Kementerian PUPR dalam membantu meningkatkan kesejahteraan para petugas Lapas. Selain itu, para petugas dan keluarga yang tinggal di Pulau Nusakambangan bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman.

    "Kami siap mendukung program dari Kemenkumham khususnya dalam menyediakan hunian yang layak bagi para pegawainya. Tak hanya di Nusakambangan saja, Kementerian PUPR juga telah membangun Rusun bagi para pegawai imigrasi di Bali dan Batam," katanya.




    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id