Selama PSBB, Ribuan Masyarakat Cari Rumah Subsidi

    Rizkie Fauzian - 21 September 2020 21:53 WIB
    Selama PSBB, Ribuan Masyarakat Cari Rumah Subsidi
    Minat masyarakat terhadap hunian subsidi mencapai 1.389 calon debitur. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Meningkatnya angka kasus baru covid-19 memaksa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    Kendati demikian, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR tetap penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Dengan menerapkan layanan berbasis teknologi informasi, penyaluran FLPP dapat dilakukan tanpa membutuhkan kontak fisik, bahkan menerapkan pola kerja Work From Home (WFH) secara penuh.

    Rangkaian sistem yang dibangun oleh PPDPP dengan konsep Big Data Hunian secara online dan terpadu melalui Aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) dan SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang).

    Tecatat jumlah masyarakat yang mengakses SiKasep sudah mencapai 224.800 calon debitur terdaftar, 93.092 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking, 10.927 calon debitur sudah dalam proses verifikasi bank pelaksana.

    Bahkan 88.410 calon debitur sudah menerima dana FLPP. Hari pertama diberlakukannya PSBB, peminat masyarakat terhadap hunian subsidi mencapai 1.389 calon debitur.

    "Kondisi PSBB semakin meningkatkan minat masyarakat mengakses SiKasep. Debitur yang mengakses aplikasi ini meningkat," ujar Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dikutip dari laman resmi PPDPP, Senin, 21 September 2020.

    Realisasi penyaluran FLPP tanpa adanya kendala berarti dapat dilihat dari awal penerapan PSBB hingga per 14 September 2020, PPDPP mampu menyalurkan dana FLPP sebesar 88.410 unit atau setara dengan Rp9 triliun.

    Sehingga total penyaluran FLPP yang dilakukan oleh PPDPP perode 2010 hingga 2020 telah mencapai 744.012 unit atau senilai Rp53,37 triliun.

    Tahun depan, PPDPP ditargetkan untuk dapat menyalurkan bantuan pembiayaan FLPP Rp16,62 Triliun dari DIPA atau sekitar 157.500 unit.

    Arief menuturkan bahwa tingginya target penyaluran FLPP tahun depan menjadi suatu tantangan, sehingga dibutuhkan berbagai pihak untu menyaluran dana program KPR subsidi.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id