Anggota DPR Soroti Kepemilikan Properti Asing

    Antara - 27 Juli 2020 11:18 WIB
    Anggota DPR Soroti Kepemilikan Properti Asing
    Kepemilikan properti oleh WNA mencederai tekad rakyat Indonesia. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Anggota Komisi II DPR Aus Hidayat Nur menyoroti adanya potensi warga negara asing yang bisa memiliki properti rumah susun dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

    "Berdasarkan Undang-Undang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria Nomor 5 tahun 1960 Pasal 21 disebutkan, hanya warga negara Indonesia saja yang dapat mempunyai hak milik. Ini bertentangan dengan prinsip dasar UUPA 5/1960 tersebut, karena memungkinkan WNA bisa memiliki aset bangunan di Indonesia," kata Aus Hidayat Nur, Senin, 27 Juli 2020.

    Menurut dia, adanya WNA yang berpotensi memperoleh hak milik Satuan Rumah Susun dan diberikannya hak pakai untuk pembangunan Rumah Susun menunjukkan adanya permasalahan dalam draf RUU Cipta Kerja.

    Dia berpendapat bahwa pasal terkait kepemilikan properti oleh WNA dalam draf RUU Cipta Kerja mencederai tekad rakyat Indonesia yang ingin berjaya di tanahnya sendiri.

    Aus menambahkan jika peruntukan pembangunan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), maka langkah pemberian hak pakai tepat karena dapat meringankan beban sewa masyarakat yang termasuk di dalam golongan MBR.

    "Apabila Rusun tersebut dibangun oleh Pemerintah atau Pemda untuk MBR, maka pemberian Hak Pakai menjadi tepat. Karena masyarakat tidak lagi dibebani masalah biaya sewa tiap bulannya," ujarnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia atau REI Totok Lusida menilai masih terdapat prospek bagi investor asing untuk berinvestasi di sektor properti Indonesia.

    "Selama kuartal pertama 2020 investor asing masih membeli lahan dan menanamkan investasinya di Indonesia, kendati terjadi pandemi covid-19," ujar Totok Lusida dalam seminar daring yang diselenggarakan ASEAN Super Blok Forum, Rabu 22 Juli 2020.

    Dalam paparannya, Ketua Umum REI tersebut menyampaikan bahwa nilai proyek real estate dari investor asing di Indonesia mencapai USD603 juta pada kuartal pertama.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id