108 Hunian Telah Ditempati Korban Bencana Palu

    Antara - 15 Februari 2021 20:29 WIB
    108 Hunian Telah Ditempati Korban Bencana Palu
    Hunian tetap korban bencana di Palu mulai ditempati. Foto: Antara



    Palu: Sebanyak 108 kepala keluarga korban gempa, tsunami, dan likuefaksi mulai menempati hunian tetap (huntap) di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Palu, Sulawesi Tengah.
     
    "Penghunian tahap pertama akan diisi 108 warga terdampak bencana, dan diupayakan pekan ini 108 huntap sudah ditempati," kata Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II Suko Wiyono di Palu, Senin, 15 Februari 2021.
     
    Dia menjelaskan, di lokasi relokasi kawasan Kelurahan Duyu, Kementerian PUPR membangun hunian sebanyak 230 unit di atas lahan seluas 36 hektare, dan saat ini sebagian kegiatan konstruksi tinggal proses finishing.
     
    "Penghunian tahap selanjutnya sebanyak 122 unit nanti ditarget terisi semua hingga akhir Februari ini," ujar Suko.
     
    Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, katanya, menindaklanjuti aspirasi masyarakat terdampak bencana yang pada prinsipnya menginginkan segera menempati hunian tersebut sebagai tempat tinggal permanen mereka.

    Kepala Balai Prasarana dan Pemukiman Sulawesi Tengah Ferdi Kana Lo mengemukakan, ke depan huntap Duyu akan menggunakan sumber air baku yang diintegrasikan dengan Saluran Penyediaan Air Minum (SPAM) new Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) regional Sulteng untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih.
     
    "230 huntap terbangun di Kelurahan Duyu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, jika ke depan masih ada yang ingin direlokasi ke kawasan ini, Kementerian PUPR mengupayakan pengembangan kawasan," ucap Ferdi.
     
    Bahkan, pemerintah memberikan keleluasaan kepada warga penghuni huntap tersebut untuk mengembangkan hunian.
     
    Oleh karena itu, pihaknya menyarankan kepada warga penghuni huntap tersebut kiranya berkoordinasi dengan PUPR untuk membantu desain pengembangan bangunan, supaya kawasan itu tidak terkesan kumuh.
     
    "Pengembangan hunian oleh warga akan didampingi tim fasilitator, sehingga kawasan ini betul-betul tertata dengan baik," ujar Ferdi.




    Hunian tersebut telah dilengkapi sarana dan prasarana penunjang di antaranya air bersih, instalasi pembuangan air limbah (Ipal), ruang terbuka hijau, jalan utama dan jalan lingkungan, tempat pembuangan sampah dan listrik 1.300 Watt.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id