Konsolidasi Tanah, Penataan Ruang dan Wilayah Lebih Efisien

    Rizkie Fauzian - 30 Maret 2021 11:27 WIB
    Konsolidasi Tanah, Penataan Ruang dan Wilayah Lebih Efisien
    Konsolidasi tanah hadir untuk mengatasi permasalahan pertanahan. Ilustrasi: Shutterstock



    Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan penataan ruang dan wilayah. Konsolidasi tanah hadir untuk mengatasi permasalahan pertanahan agar lebih tertata serta efisien. 

    Plt. Dirjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Himawan Arief Sugoto memaparkan, semakin tahun, terdapat banyak perkembangan dalam bidang pembangunan dan instrumen konsolidasi tanah hadir untuk mengatur pertanahan agar menjadi lebih efisien.






    "Kementerian ATR menerapkan pendekatan Land Management Paradigm yakni tentang bagaimana mengatur dan mengelola pertanahan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Maret 2021.

    Menurut Himawan, saat ini Kementerian ATR tengah mengejar untuk mendaftarkan seluruh tanah agar mendapat kepastian hukum melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Setelah itu ada proses sistem administrasi tanah seperti land use, yakni tentang kebijakan dan perencanaan tanah dan pengawasan pemanfaatan tanah.

    Land value tentang bagaimana memutakhirkan instrumen penilaian tanah, mana tanah yang dilepas ke pasar dan dikendalikan agar menjadi instrumen negara serta land development yakni tentang land acquisition, land readjustment, land evaluation dan land consolidation. Konsolidasi tanah ini bagian dari land development atau pengembangan tanah. 

    Himawan menambahkan, salah satu konsolidasi tanah yang berhasil yakni di Medan, Sumatera Utara. Konsolidasi tanah ini bersifat tanah vertikal atau penataan dalam bentuk rumah susun. 

    Kala itu, pihaknya menyiapkan beberapa hal teknis serta meyakinkan penghuni agar percaya serta bersedia untuk diperbaharui tempat tinggalnya. Prosesnya cukup panjang serta memakan waktu kurang lebih 3 tahun. 

    "Kita melakukan tata ulang dari empat lantai menuju 24 lantai, tentunya hal ini tidak mudah, awalnya kami dicurigai. Kita berusaha beri contoh desainnya, kita berikan juga jaminan-jaminan bahwa mereka dapat unit yang sama tanpa membayar biaya tambahan, kita beri jaminan uang sewa selama dua tahun. Saat ini sudah selesai dan rumah susun menjadi lebih rapi dan sehat," jelasnya.

    Banyak permasalahan pertanahan yang terjadi karena berbagai faktor, entah karena bencana alam sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan hidup, peningkatan kebutuhan lahan permukiman perkotaan akibat urbanisasi, kawasan kumuh perkotaan, hingga sengketa dan konflik pertanahan. 

    Menurutnya, konsolidasi tanah hadir untuk mengatasi permasalahan yang terkait penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah agar lebih tertata dan aksesibel sekaligus mampu menyediakan tanah untuk kepentingan umum. 

    Tenaga Ahli Menteri ATR Bidang Pengadaan Tanah Arie Yuriwin menjelaskan tujuan dari konsolidasi tanah yakni mencapai pemanfaatan tanah secara optimal, seimbang dan lestari melalui eksistensi penggunaan dan pemanfaatan tanah sehingga terwujudnya suatu tatanan penguasaan dan penggunaan tanah yang tertib dan teratur. 

    "Selain itu, dalam tahapannya, Konsolidasi tanah mempunyai rancangan runtut mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pembangunan hasil dan pengawasan," ungkapnya. 

    Tak hanya itu, ke depannya dengan adanya pengadaan tanah dan pengembangan tanah melalui konsolidasi tanah, semua dampak pembangunan akan terhubung dengan semua lini. Mulai dari terciptanya infrastruktur yang terkoneksi pada aktivitas ekonomi, fasilitasi untuk kemudahan berinvestasi yang mana bermuara pada kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

    "Ini semua adalah arti penting pengadaan tanah serta pengembangan tanah," kata Arie.


    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id