Pemerintah Lanjutkan Program Bedah Rumah

    Rizkie Fauzian - 25 Oktober 2019 16:50 WIB
    Pemerintah Lanjutkan Program Bedah Rumah
    Tahun depan program bedah rumah dilanjutkan. Foto: dok. Kementerian PUPR
    Jakarta: Pemerintah menjamin pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah tetap dilanjutkan pada tahun depan. Pemerintah Daerah diminta melakukan pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya.

    "Program BSPS atau bedah rumah dilanjutkan. Melalui program ini, pemerintah berupaya untuk mengurangi jumlah RTLH yang ada di daerah,"ujar Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Johny Fajar Sofyan Subrata di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Johny menjelaskan, pemenuhan hunian di Indonesia berdasarkan fakta yang ada terbagi menjadi empat jenis yakni membangun sendiri rumah atau swadaya, membeli rumah bukan dari pengembang, membeli rumah dari pengembang dan lainnya seperti rumah warisan orang tua maupun hibah. 

    "Sekitar 70 persen masyarakat membangun rumah secara swadaya,” terangnya.

    Tahun mendatang, Kementerian PUPR akan mengalokasikan dana senilai Rp4,358 triliun untuk melakukan Program BSPS atau bedah rumah sebanyak 181.365 unit rumah di seluruh Indonesia. Pelaksanaan program BSPS terdiri dari dua jenis yakni peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru.

    Lebih lanjut, Johny menerangkan, berdasarkan data yang dimiliki oleh Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR jumlah bantuan bedah rumah yang dilaksanakan terus mengalami peningkatan selama kurun waktu empat tahun terakhir. 

    Pada 2015 jumlah rumah yang berhasil di bedah atau ditingkatkan kualitasnya sebanyak 82.245 unit.  Sedangkan tahun 2016 angkanya meningkat menjadi 97.888 unit. Pada tahun 2017  jumlahnya 112.732 unit dan di tahun 2018  melonjak ke angka 201.304 unit.

    "Tahun 2019  ini kami menglokasikan program BSPS atau bedah rumah untuk 242.300. Program tersebut dilaksanakan melalui dua kegiatan yakni peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 236.817 unit dan pembangunan baru rumah swadaya sebanyak 5.483 unit,"terangnya.

    Hingga Oktober, capaian program BSPS sudah disalurkan sebanyak 81 persen dan progress pembangunan fisik sebesar 69,6 persen. Pembangunan rumah swadaya pada belum bisa memenuhi keinginan masyarakat karena  adanya keterbatasan anggaran tidak sebanding dengan  besarnya kebutuhan masyarakat yang rumahnya tidak layak huni.

    "Saya berharap pemerintah daerah dapat mereplikasi program sejenis program BSPS di wilayahnya dan mendorong lembaga-lembaga yang peduli terhadap perumahan untuk mengalokasikan dananya untuk membangun atau memperbaiki RTLH di wilayahnya masing-masing,” kata Johny. 







    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id