comscore

Cegah Mafia Tanah, Pemerintah Tingkatkan Kompetisi PPAT

Rizkie Fauzian - 22 Desember 2021 21:15 WIB
Cegah Mafia Tanah, Pemerintah Tingkatkan Kompetisi PPAT
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil. Foto: Kementerian ATR
Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah serius melakukan reformasi terhadap banyak aspek, salah satunya permasalahan pertanahan dan tata ruang.

"Kita ingin mendaftarkan semua tanah sehingga hal ini diharapkan akan menjadi lebih tertib," kata Menteri ATR Sofyan A. Djalil dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Desember 2021.
Sofyan menambahkan bahwa pemerintah sangat serius ingin memerangi mafia tanah. Presiden juga meminta semua praktik-praktik yang tidak bagus untuk mulai diberantas. 

"Pemberantasan mafia tanah ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memberikan kepastian hukum," ungkapnya.

Kementerian ATR terus melakukan perbaikan internal, yaitu kepada aspek manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Sofyan mengimbau kepada pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk turut melakukan pengawasan internal kepada semua pihak di PPAT. 

"Tolong tingkatkan kompetensi. Kalau ada yang keliru, tolong diingatkan. Kalau ada yang salah, tolong diadili," ujar Sofyan.

Dirinya juga berharap bahwa PPAT dan seluruh profesi yang bergerak di bidang serupa, bisa menjadi partner yang baik, terutama dalam bidang administrasi pertanahan. 

Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Suyus Windayana mengimbau terkait komitmen bersama, baik dari Kementerian ATR maupun dari pihak PPAT untuk sama-sama meningkatkan kualitas dan kompetensi. 

"Kita setop praktik-praktik yang selama ini tidak sesuai dengan ketentuan, tetapi telah menjadi suatu kebiasaan. Mari kita buka lembaran baru," ujarnya. 

Suyus menyebut bahwa saat ini, telah terdaftar kurang lebih 21 ribu PPAT. Ia berkata bahwa hal ini membuktikan bahwa semakin banyak pihak yang terlibat maka semakin tinggi pula pihaknya melakukan pembinaan. 

"Kami sangat menunggu sekali masukan dari Bapak-Ibu terhadap peraturan-peraturan yang memang perlu diperbaiki, lubang-lubang dari aturan-aturan yang salah," ujarnya.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id