Enam Fungsi Bank Tanah

    Rizkie Fauzian - 14 November 2020 20:27 WIB
    Enam Fungsi Bank Tanah
    Bank Tanah cegah spekulan bermain harga . Foto: Shutterstock
    Jakarta: Permasalahan pertanahan masih menjadi salah satu permasalahan yang dapat menghambat percepatan pembangunan seperti keterbatasan ketersediaan tanah dan kebutuhan akan tanah yang besar, maka dari itu diperlukan bank tanah.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto mengatakan konsep dan skema bank tanah mempunyai enam fungsi yaitu, perencanaan, perolehan, pengadaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pendistribusian.

    "Pada proses pemanfaatan tanah penting untuk diingat untuk memperhatikan aspek kepentingan umum, sosial, pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan dan reforma agraria," ujarnya dalam keterangan tertulis, 14 November 2020.

    Kementerian ATR selama ini menjadi regulator tata ruang dan regulator serta administrasi pertanahan. Bank tanah hadir sebagai land manager yang dimana akan dibentuk badan pengelola bank tanah.

    "Selama ini dikenal adanya tanah negara tetapi secara de facto pemerintah tidak dapat mengendalikan tanah tersebut. Pemerintah hanya memainkan peran sebagai land administrator sedangkan peran eksekutor masih belum ada. Diperlukan solusi agar pemerintah memiliki fungsi tersebut menjadi eksekutor dengan membentuk Badan Pengelola Bank Tanah," ungkapnya.

    Himawan menjelaskan bahwa bank tanah ke depan akan berfungsi sebagai land manager, yang dalam kegiatan pengelolaan tanah secara konseptual harus membuat kebijakan dan strategi optimalisasi pemanfaatan dan penggunaan tanah, sehingga bank tanah harus mampu mengarahkan pengembangan penggunaan tanah.

    "Sekarang ini pemerintah sangat kesulitan yang akhirnya harus mengubah konsensi HGU suatu perkebunan dan sebagainya. Ini seringkali menjadi penghambat. Kalau nanti kita sudah mempunyai bank tanah akan bisa membuat perencanaan, ada yang ingin membuat kawasan pelabuhan, industri, perkebunan dan kita sudah mempunyai master plan yang ada dari semua tanah, yang kebetulan kementerian ATR adalah yang memiliki seluruh data-data yang ada di Indonesia," ungkapnya.

    Menurut Himawan, hadirnya bank tanah di masa depan untuk menghadirkan opportunity yang sesuai spirit Undang-Undang Cipta Kerja, yang di mana nanti kita memiliki standar perubahan kemudahan investasi tapi juga harus menyiapkan tanah untuk ready to invest, menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan.

    Ketua IAMPI Darma Tyanto Saptoderwo mengungkapkan terima kasih atas kinerja Kementerian ATR dalam usaha menyertipikatkan tanah karena dapat mendorong ekonomi.

    "Terima kasih kepada Kementerian ATR yang telah berhasil meningkatkan kinerja sertipikasi tanah secara nasional, ini pekerjaan mulia yang sangat dibutuhkan rakyat kecil. Walaupun ada pandemi covid-19, namun perekonomian nasional dapat bertahan dan juga berkembang khususnya terjadi gerakkan perekonomian rakyat dengan berbekal sertifikat tersebut," ujarnya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id