Rumah Tionghoa saksi asmara Soekarno - Fatmawati

    Rizkie Fauzian - 20 Agustus 2018 16:12 WIB
    Rumah Tionghoa saksi asmara Soekarno - Fatmawati
    Meja kerja di salah satu ruangan rumah pengasingan Soekarno di Bengkulu. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay
    Bengkulu: Kesan arsitektur Tionghoa ada di detail rumah tua ini. Salah satunya di ornamen kusen-kusen pintu-pintunya yang tinggi.

    Sebelum dijadikan museum oleh negara, rumah dengan cat berwarna putih dan genteng merah tersebut milik Lion Bwe Seng. Selama dijadikan pengasingan untuk Soekarno, sang pedagang asal Tionghoa menyewakan rumah itu kepada Belanda.
     

    baca juga: Dari bukit ke pantai di Bangka


    Selama empat tahun (1938-1942), Soekarno dan keluarga menjalani pengasingan di rumah ini. Tepatnya setelah diasingkan di Ende, Flores, yang menghasilkan rumusan tentang Pancasila yang kelak ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.

    Interior rumah terasa luas karena dibuat tanpa sekat. Meski demikian sebenarnya rumah di Anggut Atas, Bengkuliu, ini memiliki banyak ruang. Terdapat dua kamar tidur keluarga, satu kamar tidur tamu, satu ruang kerja dan satu ruang tamu.

    Rumah Tionghoa saksi asmara Soekarno - Fatmawati
    Hingga saat ini, rumah tersebut masih dalam keadaan baik. Halamannya yang cukup luas juga rapi. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

    Banyak peninggalan atau koleksi barang-barang pribadi Soekarno yang tersimpan. Mulai dari sepeda tua yang digunakan selama masa pengasingan hingga lemari berisi baju-baju seragam grup tonil (kelompok teater) Monte Carlo asuhan Soekarno semasa di Bengkulu

    Melalui pertunjukan drama yang dipentaskan Tonil Monte Carlo inilah Bung Karno 'menularkan' semangat nasionalisme dan perjuangan kepada masyarakat Bengkulu. Di sela pertunjukan Bung Karno sering berdiskusi dengan para para pemuda Bengkulu.

    Soekarno juga sering mengunjungi sekolah-sekolah non-pemerintah, seperti Taman Siswa dan Muhammadiyah. Di sinilah dia berkenalan dengan Hasan Din, seorang pengusaha dan tokoh Muhammadiyah. Hasan Din adalah ayahanda Fatimah -nama asli Fatmawati.


    Soekarno Menikahi putri tetangga


    Setiap hari rumah tempat Soekarno diasingkan cukup ramai didatangi para pemuda dan warga untuk bertukar pikiran. Termasuk keluarga besar Fatmawati rupanya tinggal tidak seberapa jauh dari situ.


    Rumah Tionghoa saksi asmara Soekarno - Fatmawati
    Rumah kediaman keluarga besar Fatmawati juga dijadi museum. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

    Ketika itu Soekarno sudah beristri, yaitu Inggit Garnasih yang usianya 13 tahun lebih tua. Ketika Soekaro meminta ijin menikah dengan Fatmawati pada 1943, Inggit minta dipulangkan kepada keluarganya di Bandung. Dia memahami bahwa Soekarno sangat menginginkan memperoleh keturunan.

    Selama 12 tahun pernikahannya, pasangan Soekarno-Fatmawati dikarunia lima anak. Mereka adalah Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.

    Pada 14 Mei 1980 Ibu Negara I RI ini tutup usia akibat serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh. Makamnya berada di Karet Bivak, Jakarta.

     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id