La Nuvola, dari pembangkit listrik jadi kafe

    Rizkie Fauzian - 06 September 2018 12:13 WIB
    La Nuvola, dari pembangkit listrik jadi kafe
    Salah satu sisi fasad La Nuvola Lavazza yang berlapis panel kaca dan almunium. Desain ekterior yang Cino Zucchi ini amat mencolok dari bangunan tua di sekelilingnya. APF Photo/Miguel Medina



    Turin: Aurora adalah sebuah kawasan yang dahulunya kompleks industri keramik di Turin. Seperti halnya kota-kota lain di Italia, di sini terdapat banyak situs bersejarah di bawah bangunan-bangunan modern di atasnya.

    Di tempat seperti ini proyek La Nuvola (awan dalam bahasa Italia) dikerjakan. Sebuah bangunan bekas pembangkit listrik disulap oleh arsitek Cino Zucchi menjadi kantor perusahaan kopi Lavassa sekaligus kafe bergaya retro.

     



    Bangunan seluas 30 ribu meter persegi tersebut memiliki bentuk unik dengan kontur berliku sehingga sangat kontras dengan arsitektur lingkungan sekitar yang lebih tradisional. Jendela dibuat dengan linear besar sehingga memberikan pemandangan Mole Antonelliana, monumen tertinggi kota dan pegunungan Alpen yang tertutup salju.

    Fasad bagian depan terbuat dari alumunium dengan warna cat perunggu. Bahan yang digunakan untuk konstruksi termasuk jendela adalah dengan panel logam dan kaca yang dibentuk serigraphs dekoratif.

    Fitur lain adalah bentuk pilaster yang menciptakan efek cahaya dan bayangan yang membantu melindungi bagian dalam dari sinar matahari langsung. Bangunan ini juga dirancang agar memberi suasana baru di distrik Aurora.

    Pekerjaan plaster dan elemen dekoratif dikembalikan ke warna aslinya, sementara beranda di lantai pertama dan kedua dilestarikan dengan memasukkan bingkai baru yang dirancang dengan indah, identik dengan aslinya.

    Perabotan interior yang digunakan untuk mengurangi konsumsi energi dan manajemen ruang yang efisien. Tidak heran jika bangunan ini dinobatkan sebagai green building bahkan memiliki sertifikasi LEED Platinum.

    Selain kantor, terdapat juga museum yang menampilkan banyak sejarah tentang kopi. Terdapat kafe, bistro dan juga restoran yang berukuran 540 meter persegi dengan kapasitas untuk 50 orang.

    Atrium besar dengan atap melengkung menghubungkan kantor pusat ke museum Lavazza. Dua lantai bawah tanah untuk lahan parkir Lantai dasar digunakan sebagai area publik, lobby, ruang pertemuan dan ruang kerja untuk konsultan, area istirahat dan gym.

    La Nuvola, dari pembangkit listrik jadi kafe
    Interior lobi La Nuvola Lavazza. Cino Zucchi menyusun tangga-tangganya yang sambung menyambung membentuk kontur bergelombang yang unik dan menarik. APF Photo/Miguel Medina

    Sejarah

    Distrik Aurora merupakan salah satu distrik kelas pekerja terbesar dan tertua di Turin. Tidak jauh dari lokasi Nuvola Lavazza terdapat sebuah pabrik terbesar untuk pemrosesan dan produksi kopi di Via San Tommaso 10.

    Disana merupakan tempat Luigi Lavazza memulai petualangannya sebagai roaster 120 tahun lalu. Saat ini Lavazza dimiliki Alberto Lavazza yang berusia 77 tahun.

    Cino Zucchi tidak hanya membangun dan merenovasi Lavazza, tapi juga mengubah tampilan distrik Aurora yang penuh dengan sejarah. Meski dilakukan renovasi, namun desain yang dibuat tetap mempertahankan keaslian bangunan demi menjaga warisan arsitektur dan lansekap yang memiliki nilai historis serta budaya lokal.

    Dia mengklasifikasi ulang bangunan-bangunan yang memiliki elemen-elemen kepentingan arsitektur-historis. Bangunan baru dibuat berdampingan dengan bangunan lama. Beberapa pohon, tanaman, dan bangku juga dipertahankan.

    La Nuvola, dari pembangkit listrik jadi kafe
    Sebagian fasad gedung bekas pembangkit listrik ini dipertahankan arsitektur aslinya oleh Cino Zucchi. APF Photo/Miguel Medina

    Penemuan arkeologi

    Selama penggalian proyek, para arkeolog menemukan sisa-sisa gereja di antara Corso Palermo dan Via Ancona. Proyek tersebut kemudian dimodifikasi untuk melindungi penemuan bersejarah tersebut.

    Pada bagian tengah gereja (nave) terdapat beberapa makam yang berukuran 12,70 meter x 20 meter. Melihat dari fitur arsitekturalnya menunjukkan makam tersebut merupakan peninggalan dari abad ke-4 dan abad ke-5.

    Daerah yang diidentifikasi arkeologi tersebut memiliki luas 1.600 meter persegi dengan lebar 400 meter persegi yang terletak di kantor Lavazza Corporate Management Centre. Situs tersebut akan dikembangkan demi meningkatkan situs arkeologi.

    Sebagaimana dikutip dari situs lavazza demi memastikan pelestarian yang efektif dan melindungi situs tersebut maka kawasan tersebut digunakan penutup logam dan panel kayu. Permukaan jalan akan ditambah kaca dan pencahayaan pada area tersebut agar memungkinkan orang yang lewat untuk melihat sisa-sisa basilika.

     

    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id