Di rumah ini Pancasila dilahirkan

    Rizkie Fauzian - 15 Agustus 2018 17:12 WIB
    Di rumah ini Pancasila dilahirkan
    Antara 1934 hingga 1938 Bung Karno tinggal rumah yang sebelum menjadi museum adalah milik keluarga Abdullah Ambuwawu ini. MI/Ramdani
    Ende: Rumah sederhana di Jl Perwira, Ende, Flores, ini salah satu saksi bisa sejarah perjuangan kemerdekaan. Di sini Soekarno pernah menjalani hukuman pengasingan oleh Hindia Belanda.

    Antara 1934 hingga 1938 Bung Karno tinggal rumah milik Abdullah Ambuwawu itu. Dia pindahkan ke sana setelah menjalani hukuman penjara selama setahun di Penjara Sukamiskin dan Banceuy, Bandung.

    Di pengasingan, Bung Karno membawa keluarganya. Sang istri Inggit Garnasih, anak angkat, serta mertuanya.

    Di rumah ini Pancasila dilahirkan

    Tidak jauh dari rumah tersebut terdapat sebuah taman, tempat Bung Karno biasanya merenung. Di bawah pohon sukun bercabang lima itulah, pemikiran tentang cikal bakal Pancasila dimatangkannya.

    Di dalam prosesnya memikirkan dasar negara, Soekarno kerap mampir ke Perpustakaan Keuskupan Nusa Indah dan bertukar pikiran dengan warga, ulama, rohaniawan, seniman hingga seniman. Hasil dari itu semua adalah Pancasila yang Soekarno paparkan dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.
     

    baca juga: Soekarno dan Sukamiskin


    Rumah yang ditinggali Bung Karno dulunya berdinding kayu dan beratap daun rumbia. Letaknya di tengah rumah penduduk yang beratap ilalang. Ada dua kamar tidur di dalamnya. Sebuah ruangan lain merupakan mushollah. Di halaman belakangnya yang luas terdapat sumur, kamar mandi dan dapur.

    Di rumah ini Pancasila dilahirkan

    Pada 1955 Presiden Soekarno bernapaktilas ke Ende dan taman dengan pohon sukun bercabang lima itu. Di dalam kunjungan nostalgia itu Soekarno meminta kepada Abdullah Ambuwawu bersedia rumahnya dijadikan museum.

    Pada 2012 rumah dipugar total. Mulai dari dinding, lantai sampai atap, tetapi tidak mengubah bangunan lama. Kesan sederhana dan klasik tetap dirasakan pada rumah bercat putih tersebut. Kanopi menaungi jendela berdaun kuning.

    Pembangunan dilaksanakan selama kurang lebih satu tahun. Kini bangunan tersebut menjadi situs bersejarah yang diresmikan pada 1 Juni 2013 yang bertepatan dengan peringatan hari Kelahiran Pancasila.


     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id