Istana 'pengungsi' di tengah hutan Rusia

    Rizkie Fauzian - 24 Agustus 2018 14:37 WIB
    Istana 'pengungsi' di tengah hutan Rusia
    Replika istana baru dibangun pada 2010 ini menjadi obyek wisata. Pengunjung bisa menginap di satu dari dua ratusan kamarnya yang penuh hiasan unik. amusingplanet/goldmr.ru
    Moskow: Kayu adalah salah satu bahan bangunan yang paling banyak digunakan. Tak hanya untuk furnitur tapi juga keseluruhan bangunan. Tidak hanya rumah, bahkan istana pun bisa sepenuhnya dibangun dari kayu.

    Sebuah desa bernama Kolomenskoye di wilayah Moskow didirikan pengungsi korban invasi Mongol-Tatar pada 1660-an. Desa tersebut selanjutnya dipimpin Tsar Alexis Mikhailovich. Kaisar pertama ini yang kemudian membangun tempat tinggalnya yang megah dari kayu-kayu hutan sekitarnya.

    Istana 'pengungsi' di tengah hutan Rusia
    amusingplanet/wikimediacommons

    Hingga kini bangunan tua ini tetap terlihat megah dengan aneka dekorasinya yang eksotis. Bangunan ini juga memiliki keindahan konstruksi asimetris khas Rusia.

    Sebagaimana dikutip dari Amusing Planet, istana kayu ini dirancang untuk menunjukkan kepada tamu Rusia dan tamu asing lainnya tentang kemegahan dan kekuasaan sang pemimpin. Bangunan yang memiliki 250 kamar tersebut berdiri di atas lahan seluas 7.239 meter persegi.

    Istana 'pengungsi' di tengah hutan Rusia
    amusingplanet/goldmr.ru

    Bagian dalam bangunan terdiri dari labirin, kamar-kamar saling terhubung dengan ruang lainnya. Interiornya dipenuhi hiasan ukiran rumit dan  patung elang berkepala dua yang disepuh emas.

    Dihancurkan untuk dibangun

    Istana kayu tersebut menjadi tempat tinggal favorit keluarga kerajaan.  Namun, setelah ibu kota pindah ke St. Petersburg, istana kayu tersebut semakin tua dan hampir runtuh. Pemerintahan selanjutnya, Catherine the Great menolak tinggal di sana.

    Istana 'pengungsi' di tengah hutan Rusia
    amusingplanet/goldmr.ru

    Meski demikian, wanita terlama yang pernah memimpin Rusia itu tak mau kehilangan peninggalan leluhurnya. Pada 1768, istana dipugar. Ada beberapa bagian yang sebelumnya kayu diganti dengan batu bata.

    Replika istana baru dibangun pada 2010, lokasinya sekitar 1 kilomoter arah selatan bangunan asli. Replika tersebut dibuat hampir sama persis dengan aslinya, pondasi dari beton dan kayu. Replika istana -ini memiliki 270 kamar dan 24 ruangan yang saling terhubung.
     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id