Diasingkan ke bukit hingga pantai Bangka Belitung

    Rizkie Fauzian - 16 Agustus 2018 08:08 WIB
    Diasingkan ke bukit hingga pantai Bangka Belitung
    Kondisi asli interior Pesanggarahan Menumbing dipertahankan untuk menjaga nilai sejarahnya. file/MI/Denny Susanto
    Muntok: Seusai meletusnya agresi militer II Belanda pada 18 Desember 1948, Presiden Soekarno diasingkan ke Berastagi kemudian Parapat. Dua bulan dipindahkan ke Muntok di Pulau Bangka.
     

    Pesanggrahan Menumbing


    Rumah yang berada di Bukit Menumbing, Muntok, ini sebelumya adalah peristirahatan pegawai perusahaan timah Bank Tinwinning Bedriff. Bangunan utama menghadap Pelabuhan Tanjung Kalian yang merupakan akses ke Palembang.

    Diasingkan ke bukit hingga pantai Bangka Belitung
    Pesanggrahan Menumbing sebelum dikelola Pemkab Bangka Barat sebagai cagar budaya dan obyek wisata sejarah. file/MI/Rendi Ferdiansyah

    Rumah yang dibangun pada 1928-1933 ini bentuknya menyerupai benteng dengan dinding yang dihias batu alam. Rumah tersebut masih tampak kokoh meski sudah berumur hampir 100 tahun.

    Sampai awal reformasi, gedung pesanggrahan menjadi penginapan yang dikelola swasta. Kini bangunan tersebut dijadikan cagar budaya dan obyek wisata sejarah oleh pemerintah setempat.

    Untuk mempertahankan keasliannya, isi ruangan tidak dipindahkan. Beberapa foto pemimpin RI masih terpajang rapi di ruang pertemuan yang berada di dalam rumah pengasingan tersebut. Selain itu, masih tersimpan pula mobil BN 10 yang kala itu kerap Soekarno tumpangi.
     

    Wisma Ranggam


    Sebelum jadi tempat pengasingan, bangunan ini juga tempat peristirahatan bagi pekerja tambang timah. Konon Bung Karno dipindahkan ke sini karena suhunya lebih panas dibandingkan Manumbing yang sejuk karena berada di atas bukit.

    Diasingkan ke bukit hingga pantai Bangka Belitung
    Haji Agus Salim berfoto di depan Wisma Ranggam yang merupakan tempatnya pernah menjalani masa pengasingan. dok. Pemkab. Bangka Barat.  

    Rumah yang tampak sederhana ini sempat beralih fungsi, bahkan pernah disewa swasta untuk rumah makan. Rumah ini juga pernah menjadi wisma atlet hingga akhirnya dibiarkan kosong.

    Di wisma terdapat belasan kamar. Setiap kamar diberi nama sesuai dengan nama tokoh yang pernah menghuni. Selain Soekarno, rumah ini juga jadi tempat pengasingan bagi H Agus Salim, Sultan Hamengkubuwono IX  dan tokoh lain pejuang lainnya.

     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id