5 Karya Arsitektur Perempuan yang Memukau

    Anggi Tondi Martaon - 01 November 2019 10:55 WIB
    5 Karya Arsitektur Perempuan yang Memukau
    Arsitektur perempuan dengan karya memukau. Foto: Christian Richters/Mecanoo Architecten



    Jakarta: Peran perempuan dalam berbagai kegiatan terus ditingkatkan. Maka tak heran dalam beberapa waktu belakangan berbagai profesi yang biasanya didominasi oleh laki-laki mulai diisi oleh perempuan, termasuk arsitektur.

    Pekerjaan yang dilakukan oleh arsitektur perempuan tak kalah menarik. Dikutip dari Architecturaldigest, berikut beberapa karya arsitektur perempuan yang luar biasa.

    1. The Broad

    5 Karya Arsitektur Perempuan yang Memukau
    Arsitektur perempuan dengan karya memukau. Foto: Phaidon






    Bangunan serba putih yang ada di Los Angeles ini dirancang oleh Liz Diller. Arsitektur wanita dari Diller Scofidio+Rernfro itu dipercaya mendesain bangunan yang berfungsi sebagai museum seni kontemporer.

    The Broad berdiri di atas lahan seluas 120 ribu kaki persegi. Bangunan serba putih itu memiliki tampilan yang unik, permukaan bangunan dibuat berlubang seperti pori-pori kulit.

    Bangunan tersebut memiliki beberapa tingkatan. Lantai dasar difungsikan sebagai lobi utama dan rute sirkulasi publik. Sementara lantai dua difungsikan sebagai pameran galeri.

    Selain itu, The Broad juga ramah lingkungan. Museum yang sudah mengantongi sertifikat Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) Gold itu dilengkapi dengan dengan stasiun pengisian mobil listrik, parkir sepeda, saluran air dari atap ke taman, efesiensi penggunaan air hingga 40 persen dan lain sebagainya.

    2. Mleiha Archaeological Centre

    5 Karya Arsitektur Perempuan yang Memukau
    Foto: Gerry O'Leary/Dabbagh Architect

    Mleiha Archaeological Centre dirancang oleh Sumaya Dabbagh. Dalam desainnya, Dabbagh memadukan pusat bangunan dengan lanskap gurun di Uni Emirat Arab (UEA). Bangunan dibuat melengkung selayaknya kontur padang pasir.

    Konstruksi bangunan Mleiha Archaeological Centre didominasi oleh tembaga dan kaca. Penggunaan kaca bertujuan agar pengjung dapat melihat koleksi benda bersejarah yang ada di museum tersebut sambil menikmati keindahan padang pasir di sekitar.

    3. Garage Museum

    5 Karya Arsitektur Perempuan yang Memukau
    Foto: Miguel de Guzman/WORKac

    Amale Andraos berhasil membangun Garage Museum yang bisa menarik minat seluruh kelompok umur. Sebab, tampilan bangunan tidak menunjukkan kesan museum kendaraan pada umumnya.

    Bagian luar Garage Museum sangat kontras dan berwarna warni. Gedung 7 tingkat itu dirancang oleh beberapa desainer.

    Selain itu, Garage Museum juga dilengkapi dengan galeri grafiti, taman bermain anak-anak, perpustakaan pinjaman, air mancur, mesin cuci mobil, platform DJ, dan lainnya.

    4. Writers Theatre

    5 Karya Arsitektur Perempuan yang Memukau
    Foto: Steve Hall © Hedrich Blessing/Studio Gang

    Writers Theatre dirancang oleh Jeanne Gang. Desain tempat pertunjukan itu meniru konsep teater penginapan periode awal moderen drama Inggris. Tujuannya adalah untuk mendekatkan keintiman antara penonton dan aktor.

    Writers Theatre memiliki dua tempat pertunjukkan. Masing-masing ruang pertunjukan memiliki panggung utama yang berukuran kecil di salah satu sudut ruangan. Sementara bagian lain difungsikan sebagai tempat duduk penonton yang lebih inovatif.

    Penggunaan kayu cukup dominan. Hal itu dapat dilihat dari rangka kayu besar dengan kisi kisi kayu ringan pada jalur kanopi di lantai dua.

    Selain itu, Writers Theatre dibuat lebih transparan. Berbagai aktifitas dan keindahan sinar lampu dari dalam ruangan tentuny bisa menarik perhatian masyarakat.

    5. Library of Brimingham

    5 Karya Arsitektur Perempuan yang Memukau
    Foto: Christian Richters/Mecanoo Architecten

    Library of Brimingham dirancang oleh Francine Houben dari Mecanoo Architecten. Sentuhan Francine dalam mendesain perpustakaan yang terletak di Palazzos Cebtenary itu cukup memukau.

    Salah satu hal yang paling menonjol adalah tampilan luar bangunan. Francine Houben terinspirasi bentuk permata yang terdiri dari pola cincin logam dipadukan dengan fasat kaca berwarna emas dan perak.

    Pola cincin logam tersebut juga memberikan pola bayangan hingga lantai ruangan. Hal itu tentunya memperindah tampilan dalam ruangan.

    Selain itu, ruang perpustakaan juga dibuat tidak monoton. Rak buku berjejer di tengah ruangan. Sementara tempat membaca dibuat disepanjang dinding bangunan. Sehingga, memberikan kesan tersendiri saat membaca buku sambil menikmati keindahan lingkungan sekitar.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id