Urban Forest, Apartemen Berbalut Puluhan Ribu Tanaman

    Rizkie Fauzian - 19 September 2020 14:22 WIB
    Urban Forest, Apartemen Berbalut Puluhan Ribu Tanaman
    Urban Forest merupakan apartemen 30 lantai di Brisbane, Australia. Renderings by Binyan Studios
    Brisbane: Urban Forest merupakan gedung apartemen setinggi 30 lantai di Brisbane, Australia. Fasad apartemen tersebut dibalut puluhan ribu pohon dan tanaman.

    Dirancang oleh Koichi Takada Architects, apartemen ini memiliki 1.000 pohon dan 20 ribu jenis tanaman, serta lebih dari 250 spesies asli Queensland.

    Apartemen yang dibangun oleh pengembang Aria Property Group tersebut mencakup 392 rumah. Urban Forest bakal dijadikan sebagai hunian paling hijau di dunia.

    "Urban Forest mungkin adalah yang paling hijau yang dapat kami rancang dengan alat dan peraturan 'penghijauan'," kata pendiri studio Koichi Takada dikutip Dezeen.

    Studio arsitek berharap agar apartemen tersebut menjadi proyek gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Terutama di masa saat ini dan setelah pandemi virus corona.
    Urban Forest, Apartemen Berbalut Puluhan Ribu Tanaman
    Renderings by Binyan Studios

    "Pasca covid-19, saya pikir ini adalah kesempatan besar untuk berhenti sejenak dan memikirkan kembali dan mengubah paradigma dari industri ke alam," tambah Takada.

    Beton, baja dan kaca merupakan barang industri padat. Mereka adalah materialitas mati. Untuk itu, diperlukan lebih banyak materialitas hidup untuk membuat arsitektur hidup.
    Urban Forest, Apartemen Berbalut Puluhan Ribu Tanaman
    Renderings by Binyan Studios

    "Satu hal yang dapat diambil dari krisis pandemi covid-19 adalah kesadaran bahwa kita semua adalah makhluk hidup. Kita ada di sini untuk hidup, bukan menentang kematian dengan cara tertentu," ungkapnya.

    Struktur utama apartemen terbuat dari beton hijau, yakni beton rendah karbon yang diklaim mampu menurunkan emisi 40 persen daripada beton tradisional.
    Urban Forest, Apartemen Berbalut Puluhan Ribu Tanaman
    Renderings by Binyan Studios

    Setiap unit apartemen akan dibuat sebagai modul untuk mengurangi pemborosan dan mempersingkat waktu konstruksi. Elemen batu bata akan didaur ulang dan diambil dari lokal.

    Sementara itu, semua kayu yang digunakan akan bersertifikat Forest Stewardship Council (FSC). Apartemen ini menargetkan peroleh sertifikasi dari LEED Platinum.
    Urban Forest, Apartemen Berbalut Puluhan Ribu Tanaman
    Renderings by Binyan Studios

    Di dasar menara akan dibangun kolom-kolom yang digunakan untuk tanaman. Sehingga seolah-olah bangunan apartemen ditopang oleh pohon.

    Tiang-tiang pada apartemen melambangkan tradisi arsitektur lokal Queensland, sebuah rumah yang dibangun di atas panggung dan dikelilingi oleh beranda yang teduh.

    Gaya bangunan ini dikembangkan agar sesuai dengan iklim suhu tinggi dan hujan lebat, dimana disediakan ruang untu meneduh sekaligus meminimalkan risiko banjir.

    Urban Forest akan berisi pusat wisata di mana pengunjung dapat belajar tentang tumbuhan dan belajar tentang keanekaragaman hayati dan desain bangunan.

    Dalam rendernya, apartemen memiliki balkon bergaya beranda dan akses ke taman atap lengkap dengan kolam renang komunal. Rencananya konstruksi akan dimulai pada 2021 dan selesai pada 2024.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id