Hunian dengan Lahan Minim Berkonsep Compact House

    Rizkie Fauzian - 13 Juni 2020 13:47 WIB
    Hunian dengan Lahan Minim Berkonsep <i>Compact House</i>
    Hunian yang dirancang dengan konsep compact house. Foto: Delution
    Jakarta: Compact house merupakan konsep hunian yang banyak diterapkan di kota-kota besar karena alasan keterbatasan lahan. Meski demikian, compact house mampu menampung banyak fungsi yang diperlukan oleh hunian ideal.

    Firma arsitektur Delution membangun sebuah hunian bertajuk Linaya yang dibangun dengan konsep compact house. Rumah ini dibangun di atas lahan seluas 60 meter persegi dengan luas bangunan 95 meter persegi.

    Dengan luas lahan yang kecil, rumah ini terbukti dapat memenuhi kebutuhan ruang sebuah keluarga urban masa kini, mulai dari jumlah kamar tidur yang banyak hingga ruang hijau yang mumpuni.

    "Kami ingin menghadirkan rumah yang ideal bagi pemiliknya sehingga kami harus memasukkan kebutuhan ruang yang lengkap pada lahan minim. Konsep compact house kami hadirkan untuk mencapai poin tersebut," ungkap Chief Design Officer Delution Hezby Riyandi.

    Ruang-ruang komunal di rumah ini didesain dengan konsep open plan agar rumah terasa lapang. selain itu dengan konsep ini sebuah ruang dapat dialihfungsikan sesuai dengan kebutuhan pemiliknya, misalnya saat mengundang banyak tamu ruangan dapat tetap terasa lapang.

    Aspek sirkulasi udara dan pencahayaan alami dalam sangat diperhatikan. Di Linaya, Delution memastikan sirkulasi udara berputar dengan baik dengan menghadirkan void yang tinggi dalam rumah ini.

    Selain itu, tiap ruang dalam rumah ini memiliki bukaan yang cukup besar sehingga cahaya dan udara dapat berputar dengan baik. Banyak spot-spot hijau di rumah ini, taman depan, taman belakang, area balkon dan area rooftop, juga menjadi nilai tambah bagi rumah ini.

    Linaya memiliki satu kamar utama, dua kamar tidur, dan satu kamar asisten rumah tangga. Sebuah rumah mungil yang benar-benar dapat menampung sebuah keluarga kecil dengan baik.

    Ruang-ruang ini dapat dihadirkan di lahan minim karena menerapkan konsep desain lantai mezzanine. Desain tangga gaya melingkar juga merupakan salah satu strategi desain untuk efisiensi penggunaan lahan di dalam rumah mungil ini.

    Detail-detail desain dalam rumah ini sangat diperhatikan sang arsitek, dari segi estetika hingga fungsinya. Banyak penyelesaian desain yang menarik yang ditawarkan di rumah Linaya.

    Mulai dari beberapa desain fixture yang dibuat multifungisi seperti meja kerja yang dapat dilipat dan menjadi cermin, meja makan yang juga dapat dilipat sehingga memberikan space yang luas saat dibutuhkan, railing tangga yang dibuat dapat dibuka tutup untuk mobilisasi perabotan rumah yang besar, hingga desain panel-panel utilitas yang didesain menjadi estetis.

    Rumah ini dikembangkan ke dalam sebuah komplek perumahan di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan. Menariknya, 30 unit rumah Linaya dalam kompleks ini akan memiliki desain yang berbeda namun tetap memiliki keselarasan tampak yang baik.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id